Rabu, 9 September 2026
Advertorial

Panduan Memilih Granit Anti-Slip Sesuai Area Rumah

Laporan oleh Tim Redaksi
Bagikan
Kamar mandi dengan produk granit antislip sun power ceramics motif Ferrara Beige dan Ferrara Silver. Foto: Istimewa.

Memilih lantai bukan hanya soal warna dan tampilan. Faktor keamanan, terutama risiko terpeleset juga perlu menjadi pertimbangan saat menentukan jenis ubin untuk setiap area rumah.

Kebutuhan tersebut berbeda antara ruang indoor dan area outdoor. Ruangan seperti dapur dan ruang keluarga membutuhkan permukaan yang tetap nyaman saat dipijak, sedangkan teras, kamar mandi, dan area lain yang sering terkena air memerlukan daya cengkeram lebih tinggi.

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat keamanan lantai adalah R-Rating, yang menunjukkan tingkat ketahanan permukaan terhadap risiko tergelincir.

Semakin tinggi tingkat kebutuhan terhadap daya cengkeram, semakin perlu permukaan dengan karakter anti-slip yang sesuai.

Berikut panduan pemilihan granit anti-slip berdasarkan area penggunaannya.

  1. Indoor: Aman dan Tetap Nyaman

Area dalam rumah seperti ruang tamu, ruang keluarga, koridor, hingga dapur tetap membutuhkan lantai yang tidak mudah licin. Namun, permukaan yang terlalu kasar juga dapat mengurangi kenyamanan, terutama ketika lantai sering dipijak tanpa alas kaki.

Dapur dengan granit antislip motif Reggio Beige. Foto: Istimewa.

Dapur dan area makan menjadi salah satu bagian rumah yang perlu mendapat perhatian. Cipratan air, minyak, kuah masakan, atau tetesan dari wastafel dapat membuat lantai licin.

Untuk area ini, permukaan matt dari Sun Power Ceramics dapat menjadi pilihan. Karakternya tidak terlalu mengilap dan memiliki tekstur yang membantu mengurangi risiko kaki tergelincir, sekaligus tetap relatif mudah dibersihkan.

Sementara itu, ruang keluarga dan koridor lebih mengutamakan kenyamanan. Koleksi dengan finishing matt atau satin dan karakter lembut atau soft touch dapat digunakan untuk memberikan daya cengkeram tanpa membuat permukaan terasa terlalu kasar saat dipijak.

  1. Outdoor dan Area Basah: Utamakan Daya Cengkeram

Kebutuhan lantai berubah ketika memasuki area yang lebih sering terkena air. Teras, carport, kamar mandi, dan area wet shower menghadapi risiko lebih tinggi karena air, sabun, genangan, hingga lumut dapat membuat permukaan menjadi licin.

Alun-alun Bangil Pasuruan yang menggunakan granit anti slip motif Archiston Griss dan Archsitone Bone. Foto: Istimewa.
Alun-alun Bangil Pasuruan yang menggunakan granit anti slip motif Archiston Griss dan Archsitone Bone. Foto: Istimewa.

Untuk teras dan carport, salah satu pilihan yang ditawarkan Sun Power Ceramics adalah Sun Step Stop dengan R-Rating R12. Tingkat kekasaran tersebut ditujukan untuk area yang membutuhkan daya cengkeram lebih tinggi.

Karakter permukaannya juga perlu disesuaikan dengan aktivitas di area tersebut. Carport, misalnya, tidak hanya harus menghadapi air, tetapi juga beban dan gesekan dari kendaraan.

Kamar mandi dan area wet shower membutuhkan perhatian lebih karena permukaan lantai dapat terkena air sekaligus sabun. Pada area seperti ini, granit dengan R-Rating R12 dapat menjadi pilihan untuk membantu mempertahankan daya cengkeram ketika lantai dalam kondisi basah.

Sun Power Ceramics juga menyediakan granit berukuran presisi atau rectified. Jenis ini memungkinkan pemasangan menggunakan celah nat yang lebih tipis sehingga sambungan antarkeramik dapat dibuat lebih rapi.

  1. Pertimbangkan Perawatan Selain Tekstur

Memilih lantai anti-slip tidak berhenti pada tingkat kekasaran permukaan. Kemudahan perawatan juga penting, terutama untuk area outdoor yang lebih mudah terkena debu, tanah, dan kotoran.

Perbedaan produk Non-rectified dan Rectified. Foto: Istimewa.

Permukaan anti-slip kerap diasosiasikan dengan tekstur kasar yang sulit dibersihkan. Namun, Sun Power Ceramics menggunakan lapisan glaze pada produknya untuk membantu menjaga pori-pori permukaan tetap rapat.

Selain itu, sisi rectified memungkinkan penggunaan nat sekitar 1–2 milimeter. Celah yang lebih tipis dapat membuat tampilan lantai lebih rapi sekaligus mengurangi area sambungan yang berpotensi menjadi tempat menumpuknya kotoran.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis permukaan yang ideal untuk seluruh bagian rumah. Lantai indoor membutuhkan keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan, sementara area outdoor dan basah membutuhkan daya cengkeram yang lebih tinggi.

Karena itu, memahami karakter setiap ruangan dan menyesuaikannya dengan tingkat anti-slip lantai dapat membantu menciptakan rumah yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga lebih aman digunakan sehari-hari.(red/ham/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 9 September 2026
28o
Kurs