Morris mengatakan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa minum teh hijau secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total, termasuk kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat.
Perbaikan kadar kolesterol tersebut berkontribusi terhadap penurunan risiko penyakit jantung.
Manfaat lain yang juga mendapat perhatian adalah kemampuannya membantu mengurangi lemak visceral, yaitu lemak yang mengelilingi organ-organ dalam tubuh dan menjadi salah satu faktor utama penyebab sindrom metabolik.
Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 10.000 orang dewasa di Korea Selatan menemukan bahwa konsumsi teh hijau berkaitan dengan risiko obesitas abdominal yang lebih rendah, terutama pada perempuan.
Meski demikian, para ahli mengingatkan agar teh hijau tidak dikonsumsi dengan tambahan gula, sirup, madu, maupun pemanis lainnya dalam jumlah berlebihan karena justru dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu kenaikan berat badan.

NOW ON AIR SSFM 100

