Sabtu, 29 Agustus 2026

Twitter “Hidup Kembali” sebagai Pesaing X, Begini Konsep Twitter.now

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tampilan platform Twitter yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan Bluebird Operation. Foto: Antara

Nama Twitter kembali muncul di tengah dominasi X milik Elon Musk. Namun, Twitter yang kini hadir bukanlah platform lama yang berubah menjadi X, melainkan jejaring sosial baru yang dikembangkan secara independen dan diposisikan sebagai pesaing X.

Platform tersebut dapat diakses melalui Twitter.now dan dikembangkan oleh Operation Bluebird, perusahaan rintisan yang dipimpin Stephen Coates, mantan penasihat hukum Twitter sebelum perusahaan tersebut diakuisisi Elon Musk dan berganti nama menjadi X.

Dilansir dari Antara pada Sabtu (29/8/2026), Coates memperkenalkan platform baru tersebut melalui unggahan di LinkedIn. Menurut dia, proyek untuk menghidupkan kembali Twitter telah direncanakan selama beberapa waktu sebelum akhirnya diluncurkan.

Secara visual, Twitter.now sengaja mempertahankan identitas yang mengingatkan pengguna pada Twitter sebelum era Elon Musk. Warna biru masih menjadi warna utama, sementara logo burung kembali digunakan dengan desain yang berbeda dari logo Twitter lama.

Namun, Operation Bluebird menegaskan platform tersebut tidak memiliki hubungan dengan X Corp. Pernyataan tersebut bahkan dicantumkan secara jelas dalam identitas Twitter.now.

Coates juga menegaskan bahwa platform baru tersebut sepenuhnya berdiri di luar X.

“Ruang publik telah dibuka kembali, dan jelas tidak berafiliasi dengan X dalam bentuk apa pun. Sama sekali tidak,” tulis Coates dalam unggahannya di LinkedIn.

Peluncuran Twitter.now berlangsung ketika sengketa hukum antara Operation Bluebird dengan Elon Musk dan X masih berjalan. Musk dan X sebelumnya mengajukan gugatan terkait persoalan merek dagang terhadap kelompok pengembang platform tersebut.

Namun, Operation Bluebird meyakini posisi hukumnya cukup kuat karena X dinilai telah meninggalkan sejumlah identitas Twitter lama setelah Musk mengambil alih perusahaan tersebut pada 2022.

Dalam proses hukum di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Delaware, Colm Connolly selaku hakim pada putusan pendahuluan April 2026 mencatat belum menemukan bukti kredibel bahwa X masih menggunakan merek dagang “Twitter” atau logo burung tersebut.

Coates, yang kini berperan sebagai penasihat hukum Operation Bluebird, menilai putusan itu memberikan ruang bagi mereka untuk melanjutkan proyek.

“Menurut pendapat kami, X telah melepaskan haknya atas merek dagang Twitter dan tweet,” kata Coates.

Meski membawa kembali nama Twitter, platform baru ini tidak sekadar ingin mengulang konsep media sosial lama. Operation Bluebird menawarkan sejumlah pendekatan berbeda, termasuk penggunaan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna memahami informasi di platform.

Twitter.now memiliki alat AI bernama Vera, singkatan dari “veracity engine for real-time analysis”. Sistem tersebut dirancang untuk melakukan pemeriksaan fakta terhadap unggahan secara otomatis.

Dengan fitur itu, pengguna diharapkan dapat mengetahui apakah informasi yang memicu kemarahan atau reaksi mereka memiliki dasar yang benar atau justru merupakan informasi palsu. Meski demikian, sistem Vera masih dalam tahap awal pengembangan dan disebut masih memiliki sejumlah kekurangan.

Operation Bluebird juga mengambil pendekatan berbeda dalam soal akses pengguna. Twitter.now saat ini tidak sepenuhnya gratis. Pengguna yang ingin bergabung perlu membayar 20 dolar AS atau sekitar Rp355 ribu untuk mendapatkan status sebagai founder.

Menurut pengembang, biaya tersebut ditujukan untuk membatasi masuknya bot sekaligus menjaga independensi platform.

“Media sosial menjadi sangat kuat, tetapi di suatu titik orang-orang yang menggunakannya kehilangan kendali,” demikian pernyataan misi platform tersebut.

Twitter.now mengklaim model akses berbayar dapat membantu memastikan akun yang berada di dalam platform merupakan pengguna nyata. Pengembang juga menyatakan akses yang lebih luas akan dibuka bagi lebih banyak pengguna pada tahap berikutnya.

Sementara itu, Coates mengatakan pihaknya tidak ingin menunda peluncuran Twitter.now lebih lama meski proses hukum dengan X masih berlangsung.

“Kami telah menunggu berbulan-bulan untuk meluncurkan produk ini, dan kami tidak akan menunggu lagi,” kata Coates. (ant/saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 29 Agustus 2026
27o
Kurs