Jumat, 1 Mei 2026

Reni Astuti Soroti Pentingnya Investasi Sosial bagi Anggota Dewan dalam Ujian Doktor di Unair

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Reni Astuti Anggota Komisi X DPR RI menerima gelar doktor setelah menjalani ujian terbuka disertasi, Kamis (30/4/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Reni Astuti Anggota Komisi X DPR RI resmi menyandang gelar Doktor dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya setelah menjalani ujian terbuka pada, Kamis (30/4/2026).

Gelar baru ini diraih Reni setelah menempuh studi di program S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), yang dimulai sejak September 2022 lalu.

Dalam disertasi yang diujikan, Reni mengangkat tema yang relevan dengan karier politiknya yakni, model kepemimpinan transaksional pada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang berhasil menang hattrick atau tiga periode berturut-turut.

“Fenomena kemenangan beruntun ini jamak terjadi di level kota hingga nasional, tapi belum banyak diteliti dari sisi keberlanjutannya,” katanya, saat diwawancara awak media sesuai ujian doktor terbuka, Kamis (30/4/2026).

Reni menjelaskan, salah satu temuan menarik dalam penelitiannya adalah pergeseran makna “transaksional”. Dia menilai, selama ini istilah tersebut sering dikonotasikan negatif dan hanya sebatas materi. Namun, Reni menemukan adanya dinamisme baru yang disebut sebagai investasi sosial.

“Transaksi yang dilakukan anggota dewan yang menang tiga periode bukanlah soal uang, melainkan kedekatan dengan konstituen. Pemenuhan aspirasi dan pembangunan relasi jangka panjang menjadi kunci utama mengapa seorang wakil rakyat bisa dipercaya kembali oleh masyarakat,” ungkapnya.

Penelitian ini juga mendobrak teori lama yang menyebut hubungan pemimpin dan bawahan bersifat hierarkis (atas-bawah). Dalam konteks politik lokal, Reni menemukan hubungan yang bersifat resiprokal atau timbal balik dan egaliter antara wakil rakyat dan rakyatnya.

Reni sengaja memilih fokus pada pemenang “hattrick” sejak Pemilu 2019. Hal ini dikarenakan sistem pemilu proporsional terbuka baru dimulai sejak 2009, sehingga rentang waktu tersebut menjadi sampel yang paling stabil dan relevan untuk diteliti secara ilmiah.

Lewat penelitian itu, Reni berharap hasilnya dapat memberikan kontribusi praktis bagi demokrasi di Indonesia, serta mematahkan persepsi bahwa politik selalu soal materi atau uang.

“Menurut saya, investasi sosial jauh lebih berdampak pada kualitas demokrasi dan pembangunan daerah. Dengan temuan ini, saya juga berharap bisa meyakinkan Gen Z untuk tetap percaya pada proses politik. Jika wakil rakyat fokus pada memperjuangkan aspirasi sesuai sumpah jabatan, maka jabatan tersebut bukan hanya milik orang kaya, tapi milik mereka yang mau bekerja untuk rakyat,” tutupnya.(kir/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 1 Mei 2026
26o
Kurs