Polda Papua mengamankan 14 orang pascakerusuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe usai laga playoff Liga 2 Indonesia antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC. Kerusuhan terjadi sesaat setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam pertandingan yang digelar, Jumat (8/5/2026).
Cahyo Sukarnito mengatakan belasan orang tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Jayapura.
“Ke-14 orang yang diamankan masih diperiksa secara intensif oleh penyidik di Polres Jayapura di Doyo, Kabupaten Jayapura,” kata Cahyo di Jayapura, Sabtu (9/5/2026) dikutip Antara.
Menurut Cahyo, para terduga diamankan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keterlibatan mereka dalam aksi kerusuhan. “Dari 14 orang yang diamankan itu, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.
Polda Papua mencatat kerusuhan menyebabkan kerusakan besar di sekitar stadion. Sedikitnya 67 kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan rusak, hilang, maupun terbakar.
Selain kerugian material, sebanyak 10 anggota polisi dan satu warga sipil juga mengalami luka-luka saat melakukan pengamanan.
“Salah satu personel Polres Jayapura, yakni Ipda Arjuna saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara Jayapura akibat luka yang dideritanya,” jelas Cahyo.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian akibat kerusuhan tersebut. “Anggota masih melakukan pendataan untuk mengetahui berapa besar kerugian akibat kerusakan di sekitar Stadion Lukas Enembe,” katanya.
Sementara itu, Alamsyah Ali mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area stadion.
“Penyelidikan secara keseluruhan dilakukan oleh tim penyidik untuk mendata kerusakan serta menyelidiki insiden kericuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe setelah pertandingan babak play off antara Persipura Jayapura menghadapi Adhiyaksa FC,” ujar Alamsyah di Sentani.
Meski sempat ricuh, ia memastikan kondisi di Kabupaten Jayapura kini mulai kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Dalam pertandingan tersebut, Adhyaksa FC menang 1-0 lewat gol Adilson Silva pada masa tambahan waktu babak pertama. Hasil itu memastikan Adhyaksa FC promosi ke Super League musim depan.
Setelah laga berakhir, ribuan suporter Persipura meluapkan kekecewaan dengan turun ke lapangan, merusak fasilitas stadion, hingga membakar kendaraan di sekitar lokasi.
Petugas kepolisian akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang mulai melakukan aksi perusakan dan pembakaran.
Di sisi lain, Komnas HAM RI Perwakilan Papua mencatat sedikitnya 30 kendaraan terbakar dalam insiden tersebut. Frits Ramandey menyebut pihaknya menemukan 20 mobil dan 10 sepeda motor hangus terbakar, serta sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan.
“Kami menemukan kerugian material itu ada sebanyak 20 mobil, 10 kendaraan roda dua juga terjadi pengrusakan beberapa fasilitas di dalam Stadion Lukas Enembe,” kata Frits.
Komnas HAM juga mempertimbangkan meminta keterangan perangkat pertandingan, termasuk mengevaluasi penggunaan video assistant referee (VAR) yang diduga ikut memicu ketegangan.
“Kemungkinan kami akan menilai penggunaan video assistant referee (VAR), apakah itu menjadi pemicu terjadinya kericuhan selain dari kekalahan tim Persipura Jayapura,” ujarnya.
Frits menambahkan, sebelumnya Komnas HAM Papua telah mengingatkan pertandingan tersebut berpotensi memicu kericuhan. “Persipura Jayapura tidak mempunyai sejarah rasis namun tim ini mempunyai sejarah rusuh yang terjadi pada 2013,” pungkasnya. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

