Di tengah kompleks Masjidil Haram, ada sebuah bangunan sederhana yang dipercaya sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus rumah Abdul Muthalib, kakek Rasulullah.
Lokasinya di sebelah timur Ka’bah. Bangunan itu bisa terlihat saat jemaah haji memasuki area Masjidil Haram dari Terminal Syib Amir. Posisi tepatnya berada di sisi kiri jalur masuk, dekat area lost and found.
Bangunan itu tampak sederhana. Bentuknya kotak menyerupai kubus, dicat putih, dengan jendela kayu di setiap sisinya. Pada bagian depan bangunan tertulis “Maktabah Makkah Al Mukarramah” atau Perpustakaan Makkah Al Mukarramah.
Pantauan suarasurabaya.net di Tanah Suci, Senin (11/5/2026), bangunan itu dijaga ketat oleh penjaga khusus dan petugas Askar. Pintu bangunan dalam kondisi terkunci dan tidak dibuka untuk umum maupun jemaah.
Bahkan saat ditanya apakah benar bangunan itu merupakan lokasi kelahiran Nabi Muhammad SAW, penjaga hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban pasti.
Dari sejumlah sumber sejarah, lokasi itu memang diyakini sebagai tempat lahir Rasulullah pada Agustus tahun 570 Masehi. Nabi Muhammad SAW disebut lahir di rumah milik Abdul Muthalib yang berada di kawasan yang dahulu dikenal sebagai lembah Abu Thalib.
Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, rumah itu diketahui ditempati Aqil bin Abi Thalib dan kemudian diteruskan oleh keturunannya.
Dalam perkembangannya, lokasi itu sempat dibangun menjadi masjid. Namun pada 1950 Masehi, bangunan tersebut diubah menjadi perpustakaan oleh Syekh Abbas Ottoman.
Perubahan fungsi menjadi perpustakaan disebut dilakukan untuk menghindari pemujaan terhadap lokasi yang diyakini sebagai tempat kelahiran Rasulullah. Hal itu juga terlihat dari pengawasan ketat aparat di sekitar bangunan.
Saat sejumlah jemaah berhenti untuk melihat dan merekam bangunan tersebut, petugas Askar bahkan meminta mereka segera meninggalkan lokasi, tak terkecuali tim suarasurabaya.net. (wid/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

