Minggu, 14 Juni 2026

Negara G20 Disebut Desak AS Tinjau Dampak Negatif Sanksi Rusia ke Ekonomi Global

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Main poster for G20 Miami 2026

Sejumlah negara dengan ekonomi besar yang tergabung dalam G20 disebut secara tertutup mendesak Amerika Serikat (AS) untuk meninjau kembali dampak negatif sanksi terhadap Rusia, yang dinilai berpengaruh pada perekonomian global.

Hal itu disampaikan Marat Berdyev, Duta Besar Keliling Kementerian Luar Negeri Rusia untuk urusan G20 dan APEC, dalam wawancara dengan kantor berita RIA Novosti, Minggu (14/6/2026).

Menurut Berdyev, sejumlah negara anggota G20 dalam komunikasi tertutup dengan pemerintah AS menyampaikan bahwa kebijakan sanksi justru memperburuk berbagai tantangan ekonomi dunia.

“Sejauh yang kami ketahui, sejumlah ekonomi besar dalam kontak pribadi dengan pihak Amerika menjelaskan dampak merugikan dari penggunaan sanksi. Mereka meyakinkan Washington bahwa pembatasan yang tidak sah hanya memperparah risiko dan tantangan dalam ekonomi global,” kata Berdyev.

Pernyataan itu muncul setelah Chris Wright Menteri Energi AS pada April lalu mengungkapkan bahwa Washington memperpanjang pengecualian sanksi untuk pengiriman minyak Rusia melalui jalur laut.

Keputusan itu diambil setelah pertemuan G20, di mana sejumlah peserta disebut meminta AS mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Pengecualian yang semula berakhir pada 16 Mei, kemudian diperpanjang selama 30 hari. Informasi itu juga dikonfirmasi Scott Bessent Menteri Keuangan AS.

Meski demikian, Berdyev menjelaskan bahwa dalam forum resmi dan diskusi publik G20 tidak ada pembahasan langsung mengenai pelonggaran lebih lanjut terhadap sanksi AS atas ekspor minyak Rusia.

“Dalam diskusi publik G20, isu pelonggaran sanksi Amerika terhadap minyak Rusia tidak dibahas secara langsung,” ujarnya.

Rusia selama ini berulang kali menyatakan mampu menghadapi tekanan sanksi yang diterapkan negara-negara Barat dalam beberapa tahun terakhir. Tapi, Moskow juga menilai kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada Rusia, tetapi turut menekan perekonomian dunia.

Vladimir Putin Presiden Rusia, sebelumnya menyebut kebijakan Barat untuk membatasi dan melemahkan Rusia merupakan strategi jangka panjang. Menurut Putin, sanksi yang dijatuhkan terhadap Moskow telah memberikan dampak serius terhadap stabilitas ekonomi global. (bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 14 Juni 2026
32o
Kurs