Senin, 15 Juni 2026

Harga Emas Melonjak Sementara Minyak Dunia Turun Usai AS-Iran Sepakat Berdamai

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Selat Hormuz adalah jalur laut paling vital bagi energi global, di mana sekitar 20 persen konsumsi minyak mentah dunia melintas setiap hari. Foto: Reuters

Harga emas dunia melonjak, sementara harga minyak mentah anjlok pada perdagangan, Senin (15/6/2026) dini hari, setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari tiga bulan.

Penurunan harga minyak terjadi setelah Pakistan, yang berperan sebagai mediator, mengumumkan tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. Kesepakatan damai itu mencakup pembukaan Selat Hormuz, jalur perdanganan strategis minyak dunia.

Melansir laporan Anadolu, minyak mentah Brent yang sebelumnya diperdagangkan di atas 87 dolar AS (setara sekitar Rp1,54 juta) per barel, turun ke bawah level 84 dolar AS (setara sekitar Rp1,49 juta) per barel. Hingga pukul 22.22 GMT, harga Brent tercatat melemah sekitar empat persen dibandingkan hari sebelumnya.

Di sisi lain, harga emas justru menguat lebih dari satu persen karena investor beralih ke aset safe haven setelah perkembangan terbaru terkait konflik AS-Iran.

Harga emas spot naik 1,8 persen menjadi 4.297,42 dolar AS (setara sekitar Rp76 juta) per ons pada pukul 00.10 GMT, level tertinggi sejak 9 Juni. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus meningkat 1,9 persen menjadi 4.318,10 dolar AS (setara sekitar Rp76,4 juta) per ons.

Pelaku pasar menilai kesepakatan damai tersebut berpotensi meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi dan kenaikan suku bunga global.

Sebelumnya, Shehbaz Sharif Perdana Menteri Pakistan mengumumkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui negosiasi intensif.

“Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” tulis Sharif melalui akun X.

Ia juga menyatakan kedua negara telah menyepakati penghentian operasi militer secara segera dan permanen di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon. Menurut Sharif, upacara penandatanganan resmi perjanjian damai tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Swiss. (bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 15 Juni 2026
33o
Kurs