BTC meminta Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi) turun tangan menyelesaikan polemik pembayaran hadiah salah satu turnamen di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Permintaan tersebut disampaikan Thoriq Alkatiri CEO sekaligus owner BTC. Menurut Thoriq, keterlibatan PB Gabsi diperlukan agar hak atlet, pelatih, dan klub peserta terlindungi, sekaligus menjaga kredibilitas penyelenggaraan turnamen bridge di Indonesia.
“PB Gabsi harus turun tangan agar hak atlet, pelatih maupun klub terlindungi. Selain itu saya berharap masalah seperti ini tidak terjadi di kepengurusan PB Gabsi sekarang maupun yang akan datang,” kata Thoriq dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (12/7/2026).
Turnamen tersebut digelar di Balikpapan pada 12-14 Juni 2026. Thoriq menyebut, kejuaraan dengan total hadiah Rp250 juta ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta atlet dari Singapura dan Filipina. Namun, hingga kini, BTC mengaku belum menerima hadiah sebesar Rp30 juta sebagai peringkat kedua.
Thoriq menilai persoalan tersebut harus segera diselesaikan karena dapat berdampak terhadap kepercayaan peserta pada penyelenggaraan turnamen bridge di berbagai daerah, khususnya di Kalimantan.

NOW ON AIR SSFM 100

