Pakar ekonomi menilai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih seharusnya tidak langsung diterapkan secara serentak di puluhan ribu desa. Pemerintah disarankan lebih dahulu menjalankan proyek percontohan untuk menguji kelayakan bisnis, kebutuhan pasar, serta kemampuan pengelola koperasi.
Prof. Wasiaturrahma Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga mengatakan, setiap desa memiliki kebutuhan dan karakteristik ekonomi yang berbeda. Karena itu, satu model bisnis tidak dapat langsung diterapkan secara merata.
“Kalau pembangunan KDMP ini enggak bisa secara reguler langsung puluhan ribu seperti itu. Langsung jor-joran. Harus ada pilot project dulu,” kata Wasiaturrahma dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya pada Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, proyek percontohan diperlukan karena sebagian besar modal Kopdes berasal dari pinjaman. Sebelum koperasi beroperasi, pemerintah juga harus memastikan adanya studi kelayakan untuk mengetahui kebutuhan pasar dan potensi usaha di masing-masing wilayah.
“Sebenarnya apapun bisnis itu. Itu kan harus ada feasibility study (studi kelayakan) dulu seharusnya. Jadi marketnya itu apa? Karena kan antar desa itu enggak sama Mas kebutuhannya,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

