Jumat, 16 Oktober 2026

Rupiah Menguat ke Rp18.070 per Dolar AS, Inflasi Amerika Serikat Melandai

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (15/7/2026).

Rupiah naik 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp18.070 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di Rp18.091 per dolar AS.

Rully Nova analis Bank Woori Saudara mengatakan, penguatan rupiah dipengaruhi sentimen positif dari pasar global, terutama setelah inflasi Amerika Serikat menunjukkan tren perlambatan dan diikuti penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.105 per dolar AS, dipengaruhi faktor global berupa melandainya inflasi AS dan menurunnya yield obligasi pemerintah AS,” ujar Rully.

Berdasarkan data yang dikutip dari Anadolu, inflasi konsumen tahunan Amerika Serikat melambat menjadi 3,5 persen pada Juni 2026 dari 4,2 persen pada Mei. Angka tersebut juga berada di bawah ekspektasi pasar.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
28o
Kurs