Rupiah Menguat ke Rp18.091 per Dolar AS, Didorong Prospek Ekonomi Indonesia dari S&P
Selasa, 14 Juli 2026 | 18:57 WIB
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara
Kondisi itu turut mendorong penurunan yield obligasi pemerintah AS dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.
Dari dalam negeri, pelaku pasar kini menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Rully memperkirakan Bank Indonesia masih akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen.
“Dalam rapat RDG nanti diperkirakan BI akan tetap menahan suku bunga acuan di 5,75 persen,” ujarnya. (ant/saf/ipg)