Militer Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Rabu (15/7/2026), menyusul meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Langkah tersebut diambil setelah Iran menyerang kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut, sehingga memicu eskalasi baru di kawasan Timur Tengah.
Pemberlakuan kembali blokade itu terjadi di tengah memburuknya kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran yang sebelumnya dimaksudkan untuk meredakan konflik.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam global melewati perairan tersebut, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi internasional.
Dilansir dari AP, blokade serupa sebelumnya diterapkan Amerika Serikat pada pertengahan April 2026 dan dicabut pada pertengahan Juni setelah kedua negara menyepakati masa negosiasi selama 60 hari untuk membahas sejumlah isu, termasuk program nuklir Iran.

NOW ON AIR SSFM 100

