Minggu, 9 Agustus 2026

Ribuan Umat Padati Jalan Gubernur Suryo Surabaya dalam Aksi Tolak LGBTQ

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Massa aksi membentangkan poster dan benner tuntutan dalam aksi tolak LGBTQ di Surabaya, pada Minggu (9/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Umat Peduli Generasi memadati Jalan Gubernur Suryo Surabaya dalam aksi tolak Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer (LGBTQ) pada Minggu (9/8/2026).

Pantauan suarasurabaya.net, ribuan massa memadati kawasan Jalan Gubernur Suryo Surabaya, mulai dari simpang empat air mancur di dekat Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya hingga mendekati Jalan Basuki Rahmat.

Massa laki-laki memenuhi ruas jalan mulai dari depan Gedung Grahadi hingga mendekati Jalan Basuki Rahmat. Sementara massa perempuan memadati area dari depan Gedung Grahadi hingga kawasan depan Alun-Alun Surabaya.

Aksi bertajuk “Bebaskan Indonesia dari Ancaman dan Kejahatan LGBT” itu, dipenuhi berbagai seruan yang tertuang dalam poster hingga banner yang dibentangkan massa aksi.

Aksi tolak LGBTQ di Jalan Gubernur Suryo Surabaya pada Minggu (9/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Muhammad Rizky Nafis Humas Aliansi Umat Peduli Generasi mengatakan bahwa LGBTQ merupakan penyimpangan seksual yang merusak tatanan keluarga, norma keagamaan, serta mengancam ketahanan nasional.

“Keutuhan dan masa depan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas moral, mental, dan fisik generasi mudanya,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa LGBTQ juga bisa berdampak pada berbagai penyakit seksual, salah satunya Human Immunodeficiency Virus, Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS).

“Ini sangat mengkhawatirkan, membuat kami sangat prihatin dan tentu saja kita akan berusaha agar generasi ini jangan sampai menjadi generasi yang rusak masa depannya,” ucapnya.

Aliansi Umat Peduli Generasi, lanjut dia, merupakan wadah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun kelompok-kelompok yang memiliki perhatian terhadap isu LGBT.

Aliansi Umat Peduli Generasi melangsungkan aksi di Jalan Gubernur Suryo Surabaya untuk menolak Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) pada Minggu (9/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Selain menyampaikan seruan kepada masyarakat, ia mengatakan bahwa aksi tersebut juga ditujukan kepada pemerintah, agar meningkatkan perhatian pada persoalan LGBT dan melakukan langkah nyata pencegahan.

“Kami harapkan jadi lebih aware terhadap masalah LGBT ini, dan juga tuntutan kami adalah jangan sampai LGBT ini dibiarkan dan harus dicegah,” tandasnya.

Dalam aksi tersebut, Allansi Umat Peduli Generasi mengusung enam tuntutan, berikut rinciannya:

  1. Kami mengecam dan menolak secara tegas segala bentuk perilaku, kampanye, promosi, dan normalisasi LGBTQ di kseluruh wilayah Provinsi Jawa Timur karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam, moral, budaya, dan ketahanan keluarga.
  2. Kami mendukung penuh implementasi Perpres No. 111 Tahun 2025, sosialisasi luas Fatwa MUI No. 57 Tahun 2014, mendorong segera dirumuskannya Undang-Undang Anti LGBTQ, sekaligus mendesak Pemerintah Provinsi serta DPRD Jawa Timur untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) guna membentengi masyarakat dari ancaman pergaulan bebas dan penyimpangan seksual.
  3. Kami mendorong Kementerian Agama dan lembaga pendidikan untuk mempercepat penerapan Kurikulum Pencegahan LGBTQ berbasis nilai agama, moral, dan penguatan karakter, baik di satuan pendidikan umum, madrasah, maupun pesantren.
  4. Kami mengimbau TNI untuk mengintegrasikan materi edukasi ancaman non-militer LGBTQ ke dalam program Pembinaan Teritorial (Binter) dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi masyarakat, serta membantu sosialisasi luas akan bahaya LGBTQ.
  5. Kami mendesak Polri untuk mengintensifkan Patroli Siber guna menindak tegas pihak-pihak yang menyebarkan konten penyimpangan seksual dan propaganda LGBTQ, serta memperketat pengawasan terhadap Ormas/LSM lokal maupun asing yang membawa agenda tersebut.
  6. Kami menyeru kepada seluruh elemen Ummat Islam, Ulama, dan Tokoh Masyarakat untuk bersatu meningkatkan konsolidasi, sosialisasi, dan edukasi secara masif, serta menyerukan penerapan Islam Kaffah sebagai satu-satunya solusi komprehensif dan hakiki untuk menyelamatkan generasi muda dan mewujudkan kedaulatan moral bangsa yang diridhai Allah SWT.(ris/iss)
Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 9 Agustus 2026
30o
Kurs