Penurunan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah.
Hakam Naja Ekonom INDEF sekaligus Center for Sharia Economic Development menilai penurunan tersebut menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah untuk memperluas penggunaan layanan keuangan syariah di tengah masyarakat.
Berdasarkan SNLIK 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 10 Agustus 2026, literasi keuangan syariah turun tipis dari 43,42 persen pada 2025 menjadi 43,07 persen pada 2026.
Sementara tingkat inklusinya turun dari 13,41 persen menjadi 13,24 persen.
Sebaliknya, literasi keuangan konvensional justru meningkat dari 66,64 persen menjadi 69,57 persen. Tingkat inklusi keuangan konvensional juga naik dari 92,61 persen menjadi 93,53 persen.
Hakam menilai perbedaan tersebut menjadi fenomena yang menarik sekaligus perlu dicermati. Menurutnya, perubahan cakupan survei ikut memengaruhi hasil SNLIK 2026.

NOW ON AIR SSFM 100

