Rabu, 12 Agustus 2026

Guru Besar UIN Jakarta Ungkap Gagasan KH Abdul Chalim dalam Kemerdekaan Bermazhab

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Prof. Usep Abdul Matin Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Dialog Publik bertema Transformasi-Reorientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama Abad 2 yang berlangsung di Kantor Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) komplek Amanatul Ummah, Surabaya, Rabu (12/8/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Prof. Usep Abdul Matin Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membeberkan peran penting KH Abdul Chalim salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dalam merumuskan dua gagasan fundamental menjelang kemerdekaan.

Pembahasan itu dipaparkan Prof. Usep dalam Dialog Publik bertema Transformasi-Reorientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama Abad 2 yang berlangsung di Kantor Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) komplek Amanatul Ummah, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran sejarah sejak 2023-2024, Prof. Usep menyebut KH Abdul Chalim saat tergabung dalam Komite Hijaz menciptakan dua gagasan penting, yakni Al-Hurriyah dan Al-Mudarah.

Untuk diketahui, Komite Hijaz adalah panitia kecil yang dibentuk para ulama tradisional di Surabaya pada 31 Januari 1926. Panitia ini diutus menemui Raja Ibnu Saud di Arab Saudi untuk memperjuangkan kebebasan bermazhab dan perlindungan situs sejarah Islam.

Kedua gagasan tersebut, lanjut Prof. Usep, tidak hanya berpengaruh dalam konteks NU. Namun, juga berpengaruh di wilayah Asia Tenggara hingga Asia.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2026
27o
Kurs