KH Yusuf Chudlori, Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Pendidikan Islam Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah, mengajak muktamirin untuk mengikuti seluruh agenda muktamar dengan hati yang digerakkan oleh basyiroh (nurani), bukan digerakkan oleh bisyaroh (iming-iming).
“Dengan basyiroh dan hati yang jernih, maka akan menghasilkan keputusan keputusan muktamar dan pemimpin NU yang memperkuat NU. Tapi kalau digerakkan oleh bisyaroh maka keputusan yang dihasilkan hanya akan menguntungkan kelompok tertentu,” katanya, pada Jumat (28/8/2026).
Gus Yusuf mengatakan, muktamar yang digerakkan dengan semangat basyiroh akan memberikan kesempatan terbuka kepada semua kader terbaik NU, sehingga tidak ada saling menjegal dalam kontestasi calon Ketua Umum PBNU.
“Muktamar adalah ruang terbaik untuk semua kader,” ucapnya.
Ia mengatakan, proses pemilihan calon Ketua umum PBNU memiliki aturan main yang sudah jelas, yakni dikembalikan kepada AD/ART dan qanun asasi NU, sehingga tidak boleh dipersempit menggunakan Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang derajatnya dibawah AD/ART.

NOW ON AIR SSFM 100

