Persebaya Surabaya menilai kemitraan dengan sponsor tidak seharusnya berhenti pada hubungan transaksional. Bagi klub berjuluk Bajul Ijo itu, kerja sama jangka panjang justru menjadi bagian penting untuk membangun perencanaan klub secara lebih matang, termasuk persiapan tim dan penguatan sektor pendukung di luar lapangan.
Candra Wahyudi Direktur Operasional Persebaya Surabaya mengatakan, hubungan dengan partner harus dibangun melalui komunikasi, keterbukaan, dan kesamaan visi. Menurutnya, sponsor bukan sekadar pihak yang memberikan dukungan finansial dengan imbalan pemasangan logo di jersey.
“Jadi memang kita punya filosofi bahwa menjalin hubungan dengan partner itu tidak bisa sekadar transaksional. Misalnya partner datang bawa uang, terus logonya ditempel di jersey, tidak sekadar itu,” kata Candra di Surabaya pada Sabtu (29/8/2026) siang.
Menurut Candra, pola hubungan yang hanya berorientasi pada transaksi justru berisiko membuat kemitraan tidak berjalan harmonis. Karena itu, Persebaya berupaya membangun hubungan yang memungkinkan kedua pihak saling memahami kebutuhan dan tujuan masing-masing.
“Kalau kita hubungannya transaksional nanti jadinya hubungannya malah tidak harmonis,” ujarnya.








