KH Asep Saifuddin Chalim, Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) sekaligus Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, meminta proses penentuan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dilakukan secara terbuka dan independen.
Kiai Asep menekankan agar muktamirin dapat memberikan suara secara bebas tanpa tekanan maupun intervensi dari pihak mana pun.
Pernyataan itu disampaikan Kiai Asep di tengah pembahasan mekanisme pemilihan kepemimpinan NU dalam Muktamar ke-35 yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Ia menyoroti mekanisme pengumpulan suara untuk menentukan anggota AHWA yang sebelumnya muncul dugaan bahwa telah dilakukan dengan memasukkan pilihan ke dalam kotak suara. Menurutnya, mekanisme tersebut perlu dipastikan benar-benar menjamin kebebasan muktamirin dalam menentukan pilihan.
Kiai Asep mengusulkan agar muktamirin menuliskan pilihannya secara langsung di tempat pemungutan suara, agar setiap peserta dapat menentukan pilihannya berdasarkan pertimbangan dan nurani masing-masing.

NOW ON AIR SSFM 100

