Nyono Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menilai, persoalan utama yang memicu kemacetan panjang di Pelabuhan Ketapang bukan karena kekurangan kapal, tapi terbatasnya jumlah dan kapasitas dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Menurut Nyono, sebanyak 56 kapal reguler yang tersedia, sebenarnya sudah cukup untuk melayani penyeberangan. Tapi, tidak semua kapal bisa beroperasi secara optimal karena kapasitas dermaga yang tersedia terbatas, terutama untuk melayani kendaraan logistik berat.
“Ketapang-Gilimanuk itu persoalan intinya adalah kurang dermaganya. Jadi kapal yang berlayar di sana 56 kapal reguler itu sudah banyak, melimpah,” kata Nyono saat on air di program Wawasan Suara Surabaya, Senin (7/9/2026).
Seperti diketahui, kira-kira sepekan terakhir, antrean menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi memang mengular hingga belasan kilometer. Bahkan kondisi itu sempat memicu protes para sopir yang memblokade akses ke pelabuhan pada, Kamis (3/9/2026) lalu, dan hari Minggu (6/9/2026) kemarin.
Kondisi antrean panjang itu terjadi di tengah peningkatan kendaraan logistik sekitar 19 persen, dibarengi perbaikan Dermaga Movable Bridge 2 (MB2) Gilimanuk yang kapasitasnya ditingkatkan dari sebelumnya sekitar 20-35 ton menjadi 50 ton. Proyek jangka panjang itu diperkirakan baru akan rampung pada Maret 2027.

NOW ON AIR SSFM 100

