Rabu, 9 September 2026

Bank Dunia Sebut 64 Persen Penduduk Indonesia Miskin, Ekonom: Standarnya Berbeda

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Petugas bank menghitung rupiah. Foto: Shutterstock

Polemik soal angka kemiskinan Indonesia mencuat setelah Bank Dunia memperkirakan lebih dari 64 persen penduduk Indonesia pada 2026 hidup di bawah garis kemiskinan 8,30 dolar AS per kapita per hari berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) 2021.

Angka tersebut jauh di atas tingkat kemiskinan nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), yakni 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang per Maret 2026.

Meski selisihnya terlihat sangat lebar, kedua angka itu tidak dapat dibandingkan secara langsung karena menggunakan standar dan tujuan pengukuran yang berbeda.

Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan kesejahteraan antarnegara dengan memperhitungkan perbedaan daya beli, sementara BPS mengukur kemiskinan berdasarkan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Indonesia.

Perbedaan metode tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai apakah standar kemiskinan Indonesia saat ini masih cukup merepresentasikan kondisi kehidupan masyarakat.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 9 September 2026
33o
Kurs