Minggu, 29 November 2020

Sanksi Bagi Driver Go-Jek yang Gunakan Aplikasi Tuyul

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi

Manajemen Go-Jek kembali mengingatkan mitra pengemudinya untuk segera menghapus aplikasi yang masih menggunakan GPS palsu. Sanksi telah ditetapkan bagi yang melakukan kecurangan yang sering disebut aplikasi ‘tuyul’ ini.

“Kebijakan ini menjawab aspirasi mitra driver terkait dengan masalah yang sering mereka hadapi dalam mendapatkan order dari pelanggan. Diharapkan dengan penerapan kebijakan ini, mitra bisa bekerja lebih nyaman demi keluarga mereka,” papar Michael Reza Say, VP Corporate Communications Go-Jek di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/3/2018).

Menurut dia, mitra merupakan tulang punggung bagi Go-Jek. Untuk itu, kenyamanan mitra dalam bekerja dan mendapatkan order juga merupakan salah satu prioritas utama.

“Kami mendengar aspirasi mereka, dan penggunaan aplikasi tuyul termasuk hal yang meresahkan mitra kami. Kami memahami hal ini dan mengembangkan sistem untuk mendeteksi keberadaan aplikasi tuyul atau GPS palsu di ponsel penggunaan aplikasi,” ujar Michel kepada Antara saat temu wartawan hari ini.

Penggunaan aplikasi GPS palsu, kata dia, merupakan tindakan curang yang akan merugikan mitra itu sendiri. Selain itu kerugian juga didapatkan mitra lainnya yang bekerja dengan jujur.

Beberapa oknum mitra menggunakan aplikasi tuyul untuk mendapatkan keuntungan dengan cara tidak adil. Padahal dengan menggunakan GPS palsu di aplikasi Go-Jek justru akan membahayakan data dari akun mitra tersebut.
Cara kerja dari GPS palsu ini menggunakan aplikasi tertentu sehingga konsumen merasa pengemudi yang dipesan sudah dekat padahal jaraknya cukup jauh.

“Pengunaan aplikasi ini membuat ponsel mitra rentan terhadap program-program jahat yang bisa dibawa oleh aplikasi ‘tuyul’. Kami di Go-Jek selalu menjunjung tinggi kejujuran dan kami berharap para mitra driver juga dapat senantiasa jujur serta menghargai keadilan dan kesetaraan itu,” harapnya.

Michael Reza menjelaskan, pihaknya telah menjalankan sistem pendeteksi GPS palsu. Ditemukan sekitar 50 persen telah terdeteksi dan telah diberikan pemberitahuan. (ant/tna/bid/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Minggu, 29 November 2020
26o
Kurs