Kamis, 13 Mei 2021

Wantimpres: Indonesia Segera Tiru Cara Selandia Baru Tingkatkan Populasi Ternak

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Putri Kuswisnu Wardani anggota Dewan Pertimbangan Presiden saat berkunjung ke Selandia Baru. Foto: Istimewa

Indonesia didorong segera meniru cara yang dilakukan Selandia Baru untuk mengatasi tingginya angka impor daging sapi. Negara berpenduduk sekitar 5 juta penduduk tersebut memiliki produksi ternak sebanyak 31 juta, yang mana 7 juta di antaranya merupakan sapi dan sisanya domba dan kambing.

Hal ini disampaikan Putri Kuswisnu Wardani anggota Dewan Pertimbangan Presiden dalam kunjungannya ke Selandia Baru beberapa hari lalu seperti dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/2/2020).

Kemudahan produksi ternak di Selandia Baru disaksikan langsung anggota Wantimpres yang juga pengusaha kosmetik ini saat berkunjung ke peternakan sapi perah milik Nani, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah tinggal di kota Featherstone sejak 15 tahun yang lalu.

Tantowi Yahya Dubes RI untuk Selandia Baru menjelaskan bahwa Selandia Baru memiliki sistem koperasi dan UKM yang didukung penuh oleh segenap kebijakan negara.

“Sistem koperasi di Selandia Baru ini memungkinkan peternak menjual dengan standar harga internasional sehingga menguntungkan peternak,” jelas Tantowi.

Di luas peternakan sebesar 156 hektar tersebut, Nani bersama suaminya seorang WN Belanda memelihara sekitar 700 ekor sapi produktif. Hasil perahan susu peternakannya, dijual kepada koperasi bernama Fonterra yang merupakan produsen susu formula bayi terbesar di dunia.

Uniknya sistem koperasi di Selandia Baru memungkinan peternak untuk memiliki saham sebesar hasil ternaknya, sehingga nilai tambah produksi susu juga dapat dinikmati oleh peternak Selandia Baru.

Menurut Putri, sistem yang berkeadilan tersebut, merupakan kunci besarnya populasi ternak di Selandia Baru. Dalam pengamatan Putri, para peternak di Selandia Baru senantiasa melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh karena telah dilindungi oleh sistem yang menjamin kesejahteraan peternak.

“Pemerintah Selandia Baru juga tidak segan-segan untuk memberikan penyuluhan gratis tentang teknologi modern tepat guna agar hasil ternak disana senantiasa produktif baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” jelas Putri.(faz/ang/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Kamis, 13 Mei 2021
31o
Kurs