Jumat, 1 Maret 2024

BI Siapkan Uang Tunai untuk Kebutuhan Nataru dan Pemilu 2024

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Gubernur dan Jajaran Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam konferensi pers terkait hasil RDG di Kantor BI, Jakarta, Kamis (23/11/2023). Foto: Antara Gubernur dan Jajaran Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam konferensi pers terkait hasil RDG di Kantor BI, Jakarta, Kamis (23/11/2023). Foto: Antara

Doni Primanto Joewono Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan BI sudah menyiapkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 serta Ramadhan 1445 H.

“Kita sudah mulai melakukan distribusi atau front loading lima bulan ke depan. Jadi kita akan melakukan front loading supaya tidak crowded,” kata Doni dalam konferensi pers terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Kantor Pusat BI Jakarta, Kamis (23/11/2023) dilansir Antara.

Ia mengatakan kebutuhan uang tunai dalam lima bulan ke depan dapat meningkat 6-8 persen dibandingkan kebutuhan normal. Karena ada tiga momen besar di waktu yang berdekatan tersebut.

Perhitungan itu didasarkan pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019, yang juga bersamaan dengan momentum ramadan dan idulfitri.

BI pun menyiapkan uang tunai yang layak edar dan terjaga kualitasnya. “Biasanya uang-uang yang baru itu disiapkan untuk orang yang merayakan Natal dan tahun baru,” katanya.

Doni mengatakan kalau BI pun telah bekerja sama dengan pihak perbankan, untuk mendistribusikan uang tunai rupiah.

“Kami juga sudah berkoordinasi dan bersinergi dengan perbankan untuk menyiapkan kecukupan uang tunai,” ujarnya.

BI juga memastikan uang tunai rupiah dengan kualitas terjaga juga tersalur ke daerah Terluar, Terdepan, Terpencil (3T) melalui berbagai program seperti Kas Keliling, Kas Titipan, dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat.

Sebelumnya, Chatib Basri mantan Menteri Keuangan memperkirakan uang beredar pada saat pemilu pada 14 Februari 2024 bisa mencapai Rp2,4 triliun dalam satu hari.

Pasalnya, setiap partai diprediksi bisa mengeluarkan uang hingga Rp240 miliar untuk mengirimkan kader-kader dan pendukungnya ke tempat pemungutan suara (TPS).

Gelaran pemilu pun bisa berdampak positif pada perekonomian dengan angka pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih tinggi dari 4,9 persen pada kuartal III 2023. (ant/feb/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Jumat, 1 Maret 2024
33o
Kurs