Senin, 15 April 2024

Mentan Sebut Pertanian Modern Turunkan Biaya Tanam hingga 60 Persen

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) saat menanam padi di Desa Gajahmekar, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/12/2023). Foto: Antara

Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian mengatakan, pertanian modern atau aktivitas tanam padi yang dilakukan di berbagai daerah termasuk Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bisa menurunkan biaya tanam hingga 60 persen dibanding pertanian tradisional.

“Hari ini kita sudah tanam dan sengaja kami tanam menggunakan mesin tanam rice transplanter, panen juga pakai mesin, kemudian penggilingan dan seterusnya,” kata Mentan pada Rabu (24/1/2024) dikutip Antara.

Ia mengatakan, pemerintah memang memiliki gagasan besar yaitu transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern, agar petani Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dengan bertransformasi.

“Tujuannya tanam menggunakan alat mesin tadi itu kalau manual, pakai tangan itu menggunakan 20 orang per hektare, kalau dengan alat tanam tadi kita gunakan itu hanya menggunakan satu orang, artinya kita efisien, biaya tanam bisa turun sampai 60 persen,” katanya.

Selain efisien dan menurunkan biaya tanam hingga 60 persen, kata Mentan, pertumbuhan padi juga lebih merata. Sebab dari lahan satu hektare tersebut kegiatan tanam dapat diselesaikan dalam waktu sehari ketika menggunakan alat mesin pertanian.

“Sementara kalau (tradisional) satu orang tanam sendirian itu butuh waktu 20 hari, maka 20 hari tanam matangnya tidak sama, hari pertama duluan matang, sampai hari ke 20, sehingga biaya produksinya lebih tinggi, kemudian tidak efisien dan seterusnya,” katanya.

Lebih lanjut Amran mengatakan, keunggulan pertanian modern yang paling terakhir adalah menarik minat generasi muda, sebab dengan alat mesin tanam bantuan pemerintah tersebut lebih menguntungkan.

“Generasi milenial tidak mungkin tertarik sektor pertanian kalau tidak menguntungkan. Dan pertanian modern biaya bisa turun 60 persen, produksi naik sampai 50 persen, inilah tujuan pemerintah,” katanya.

Mentan juga menambahkan dengan transformasi menjadi pertanian modern, maka dari dulu yang melibatkan 20 orang, tapi dengan teknologi yang hanya memakai satu orang, maka 19 petani lainnya bisa bertransformasi pada kegiatan ekonomi lainnya.

“Misalnya memelihara ayam, bebek, sehingga produktivitas petani kita meningkat, nilai tukar petani naik,” katanya. (ant/azw/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil Porsche Seruduk Livina di Tol Porong

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Senin, 15 April 2024
30o
Kurs