Banggar dan pemerintah menyepakati target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2027 berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen.
Sementara inflasi dijaga pada rentang 1,5–3,5 persen, nilai tukar rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.800–Rp17.500 per dolar Amerika Serikat, serta suku bunga SPN 10 tahun sebesar 6,5–7,3 persen.
Selain itu, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) disepakati berada pada kisaran 70–95 dolar AS per barel, dengan target lifting minyak 605–620 ribu barel per hari dan lifting gas 951–990 ribu barel setara minyak per hari.
Menurut Wihadi, target pertumbuhan ekonomi tersebut mempertimbangkan berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik hingga kondisi ekonomi internasional.
“Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih optimistis didukung oleh transformasi struktural ekonomi sebagai fondasi mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sebagaimana dicita-citakan Prabowo Subianto Presiden,” ujarnya.(faz/ipg)










