Pada periode tersebut, konsumsi pemerintah menjadi salah satu bantalan pertumbuhan dengan kenaikan 18,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Konsumsi rumah tangga juga masih tumbuh 5,06 persen secara tahunan pada triwulan II.
Meski konsumsi tetap menjadi mesin utama ekonomi, GREAT Institute melihat adanya tanda-tanda rumah tangga mulai lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.
Penjualan ritel sempat mengalami kontraksi sepanjang April-Juni sebelum diperkirakan kembali tumbuh tipis 0,9 persen pada Juli. Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 123,0 pada April menjadi 116,8 pada Juli.
“Karena konsumsi menyumbang porsi terbesar ekonomi, ketahanannya tetap menjadi fondasi proyeksi kami. Tetapi kita juga tidak boleh membaca konsumsi rumah tangga hanya dari satu angka PDB. Ada sinyal kehati-hatian yang meningkat,” ujar Adrian dilansir dari Antara.

NOW ON AIR SSFM 100

