Menurutnya, kondisi tersebut membuat upaya menjaga pendapatan riil dan lapangan pekerjaan menjadi semakin penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Di sisi lain, aktivitas sektor usaha menunjukkan sejumlah sinyal positif. Konsumsi listrik sektor bisnis tercatat tumbuh 10,04 persen secara tahunan, sedangkan sektor industri tumbuh 6,54 persen. Penjualan mobil niaga juga meningkat 30,12 persen hingga Juni 2026.
Indikator tersebut dinilai menunjukkan kegiatan operasional dunia usaha masih berkembang.
Namun, penopang yang semakin penting untuk paruh kedua 2026 adalah investasi. Realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penguatan investasi juga tercermin dari sisi pembiayaan. Pada Juli 2026, kredit investasi tumbuh 23,1 persen secara tahunan, sedangkan kredit modal kerja meningkat 11,6 persen.

NOW ON AIR SSFM 100

