Adrian menilai ketersediaan pembiayaan tersebut perlu benar-benar diterjemahkan menjadi ekspansi usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan penciptaan lapangan kerja.
“Ini yang perlu dijaga pada semester II. Jangan lagi hanya fokus apakah uang tersedia, tetapi apakah pembiayaan benar-benar berubah menjadi belanja modal swasta, ekspansi kapasitas produksi, dan lapangan kerja,” katanya.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat kepastian regulasi, mengurangi hambatan investasi, mempercepat proyek produktif, serta memastikan likuiditas mengalir ke sektor-sektor yang menghasilkan aktivitas ekonomi.
Dengan dorongan fiskal yang telah cukup kuat pada semester I, peran pemerintah pada semester II dinilai perlu semakin bergeser dari pemberi stimulus langsung menjadi pengungkit investasi dan aktivitas ekonomi swasta.
GREAT Institute juga menekankan pentingnya kualitas belanja pemerintah. Fokus kebijakan tidak lagi sekadar meningkatkan pengeluaran, tetapi memastikan setiap belanja menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar.

NOW ON AIR SSFM 100

