Senin, 11 Mei 2026

Harga Minyak Naik 3 Dolar AS Setelah Proposal Damai AS-Iran Gagal

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi harga minyak mentah dunia naik. Foto: Destina/AdobeStock

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3 dolar AS per barel pada Senin (11/5/2026), setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan atas proposal damai yang diajukan Washington. Kenaikan ini terjadi ketika Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi global tetap ketat.

Reuters melaporkan, harga minyak mentah berjangka Brent naik 3,18 dolar AS atau 3,14 persen menjadi 104,47 dolar AS per barel pada pukul 23.36 GMT. Penguatan itu memperpanjang kenaikan 1,23 persen yang tercatat pada Jumat.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 3,09 dolar AS atau 3,24 persen ke level 98,51 dolar AS per barel. Pada sesi sebelumnya, WTI ditutup menguat 0,64 persen.

Lonjakan harga terjadi setelah harapan berakhirnya konflik Amerika Serikat-Iran yang telah berlangsung selama 10 pekan kembali memudar. Pelaku pasar sebelumnya menunggu peluang dibukanya kembali jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Namun, harapan itu sirna setelah Presiden Donald Trump pada Minggu menolak tanggapan Iran atas proposal pembicaraan damai dari Amerika Serikat dan menyebut respons tersebut “tidak dapat diterima”.

Perkembangan itu membuat perhatian pasar beralih ke agenda kunjungan Trump ke China pekan ini. Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu dan diperkirakan akan membahas Iran, di antara sejumlah isu lain, dengan Presiden China Xi Jinping, menurut pejabat Amerika Serikat.

“Perhatian pasar kini sepenuhnya beralih ke kunjungan Presiden Trump ke China pekan ini,” kata Tony Sycamore, analis pasar IG, dalam catatannya.

“Ada harapan ia dapat membujuk Beijing menggunakan pengaruhnya terhadap Iran untuk mendorong gencatan senjata menyeluruh dan penyelesaian atas gangguan yang sedang berlangsung di Selat Hormuz,” tambahnya.

Di tengah ketidakpastian itu, Amin Nasser CEO Saudi Aramco pada Minggu (10/5/2026) mengatakan dunia telah kehilangan sekitar 1 miliar barel minyak dalam dua bulan terakhir. Menurutnya, pasar energi tetap membutuhkan waktu untuk kembali stabil meski aliran minyak nantinya pulih normal.

Data pelayaran Kpler juga menunjukkan dua kapal tanker lain yang mengangkut minyak mentah keluar dari Selat Hormuz pada pekan lalu dengan pelacak dimatikan untuk menghindari serangan Iran. Kondisi ini menandakan meningkatnya upaya mempertahankan ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah di tengah situasi keamanan yang belum pulih.(iss/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 11 Mei 2026
32o
Kurs