Donald Trump Presiden Amerika Serikat dijadwalkan bertemu Xi Jinping Presiden China di Beijing pekan ini untuk membahas sejumlah isu strategis, mulai dari Iran, Taiwan, kecerdasan buatan, hingga senjata nuklir. Pertemuan itu juga disebut akan menyinggung kemungkinan perpanjangan kesepakatan mineral penting antara kedua negara.
Reuters melaporkan pada Senin (11/5/2026), pertemuan tersebut akan menjadi tatap muka pertama Trump dan Xi dalam lebih dari enam bulan, di tengah upaya Washington dan Beijing menstabilkan hubungan yang sempat tegang akibat perang dagang, isu Taiwan, serta konflik di Timur Tengah. Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu, sebelum pembicaraan berlangsung pada Kamis dan Jumat.
Selain isu geopolitik, kedua negara diperkirakan membahas pembentukan forum bersama untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi. Pejabat Amerika Serikat juga memperkirakan China akan mengumumkan pembelian terkait pesawat Boeing, produk pertanian AS, dan energi. Meski begitu, rencana pembentukan Board of Trade dan Board of Investment masih memerlukan pembahasan lanjutan sebelum bisa diterapkan.
Pembahasan lain yang dinanti adalah perpanjangan gencatan perang dagang, yang selama ini memungkinkan mineral tanah jarang tetap mengalir dari China ke Amerika Serikat. Seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan itu belum berakhir dan diyakini pada akhirnya akan diperpanjang, meski belum pasti diumumkan dalam kunjungan kali ini.
Iran menjadi salah satu isu paling sensitif dalam pertemuan tersebut. Pemerintahan Trump disebut ingin menekan Beijing agar menggunakan pengaruhnya terhadap Teheran untuk mendorong penyelesaian konflik. Washington juga menyoroti hubungan China dengan Rusia, termasuk dugaan dukungan ekonomi dan pasokan barang dwiguna yang dinilai membantu kedua negara itu.
Di sisi lain, Taiwan diperkirakan tetap menjadi titik ketegangan utama. Beijing terus menyatakan Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Amerika Serikat menegaskan kebijakannya tidak berubah dan tetap mendukung stabilitas di Selat Taiwan. Menjelang kunjungan Trump, Taiwan bahkan menyatakan tetap percaya diri terhadap hubungan dengan Washington.
Kecerdasan buatan dan senjata nuklir juga masuk agenda pembicaraan. Pejabat Amerika Serikat menilai kedua negara membutuhkan saluran komunikasi untuk mencegah konflik yang bisa timbul dari perkembangan teknologi AI. Namun, untuk isu pengendalian senjata nuklir, China disebut masih belum berminat membuka pembicaraan formal dengan Washington.
Pertemuan ini dinilai penting karena dapat menentukan arah hubungan dua ekonomi terbesar dunia di tengah tingginya ketidakpastian global. Dari perdagangan, keamanan kawasan, sampai persaingan teknologi, hasil pertemuan Trump dan Xi akan menjadi sinyal penting bagi pasar dan politik internasional dalam beberapa bulan ke depan.(iss/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

