Di sisi lain, Ratna menyebut pelaku pasar juga khawatir kemenangan besar Partai Demokrat dapat berakibat pada lebih banyaknya pembatasan terhadap pusat data di AS.
“Selain itu sejarah menunjukkan bahwa pasar cenderung berkinerja baik di bawah pemerintahan yang terbagi di AS, di mana lebih sedikit kebijakan dan regulasi yang dapat mengganggu prospek bisnis,” ujarnya.
Dari dalam negeri, investor akan menantikan data pertumbuhan ekonomi yang akan dirilis pada Kamis (5/11/2026) hari ini, yang diperkirakan tumbuh 1,3 persen quartal on quartal (qoq) pada kuartal III-2026 dari sebelumnya 3,73 persen (qoq) pada kuartal II-2026.
Secara tahunan, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,2 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2026 dari sebelumnya 5,29 persen (yoy) pada pada kuartal II-2026.
Menurutnya, apabila realisasi berada di bawah ekspektasi, maka berpotensi menekan sentimen pasar karena dapat memperkuat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan prospek kinerja emiten.
NOW ON AIR SSFM 100

