Menurut Nico, dari sisi domestik investor masih memilih menunggu sejumlah data ekonomi terbaru. Di saat yang sama, pasar juga masih dibayangi sentimen terkait tinjauan indeks MSCI yang memengaruhi persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia.
Selain itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada regulasi baru yang memberikan perlindungan hukum bagi pembeli obligasi yang diterbitkan Danantara. Kebijakan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai aspek tata kelola dan transparansi.
“Sentimen tersebut telah memberikan dampak negatif yang mendorong outflow arus dana investor asing,” ujar Nico.
Dari faktor eksternal, investor masih memantau perkembangan pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang direncanakan berlangsung di Doha, Qatar.
Pasar menilai keberlanjutan proses negosiasi akan menjadi salah satu penentu stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah.

NOW ON AIR SSFM 100

