“Untuk pekerja, akan diuntungkan karena memiliki tabungan utuh dan mendapat bunga setiap bulan. Sedangkan pemerintah akan mendapat kucuran dana segar untuk pembiayaan APBN,” jelasnya.
Meski begitu, kebijakan ini memerlukan kesiapan infrastruktur keuangan yang matang jika akan diimplementasikan ke masyarakat.
Di antaranya seperti akses pembelian SBN ritel harus dibuat inklusif bagi seluruh lapisan pekerja, bukan terbatas untuk kelompok masyarakat yang sudah akrab dengan investasi digital.
“Penyempurnaan regulasi ini membutuhkan sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan infrastruktur keuangan masyarakat. Dengan begitu, pemerintah tidak hanya akan berhasil menjaga ketahanan fiskal negara, tapi juga mengedukasi jutaan pekerja untuk naik kelas menjadi investor domestik yang mandiri,” tutupnya. (kir/saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

