Dengan mekanisme tersebut, menurut dia, pemerintah juga akan lebih mudah memantau penggunaan dana bantuan.
Putu mengatakan, bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dapat dilibatkan secara lebih masif dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya kelompok masyarakat pada desil bawah.
“Saya sebenarnya mendukung kalau Bank Himbara itu masuk ke situ. Mereka masuk kepada masyarakat-masyarakat Desil 1, Desil 2, semuanya menjelaskan bahwa ini kita punya program ini dan sebagainya. Itu harusnya secara masif dilakukan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah tidak harus menjalankan edukasi literasi keuangan secara langsung. Perbankan dapat mengambil peran, sementara OJK dan Bank Indonesia menjalankan fungsi pengawasan.
Dari perspektif industri perbankan, Putu menilai rekening massal berpotensi memberikan keuntungan bagi bank karena menciptakan jumlah nasabah yang sangat besar sekaligus menghimpun dana.

NOW ON AIR SSFM 100

