Wahyudi memastikan, begitu antrean di sejumlah SPBU ramai diperbincangkan di media sosial, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Jatim-Bali Nusra untuk menambah suplai hingga 20-25 persen per hari ke SPBU-SPBU terdampak, dibarengi penggeseran mobil tangki dari sejumlah wilayah.
“Alhamdulillah, dalam waktu tidak lebih dari tiga hari situasi sudah kembali normal,” katanya.
Menutup penjelasannya, Wahyudi menyebut kenaikan konsumsi seperti itu berpotensi terulang, mengingat posisi sejumlah SPBU yang berada tepat di jalur kendaraan berat dan logistik sehingga antrean mudah terlihat mencolok di jalan raya.
Oleh karena itu, BPH Migas memastikan akan terus melakukan evaluasi terkait penyediaan cadangan, stok, dan proyeksi kenaikan kebutuhan BBM, khususnya di wilayah dengan aktivitas logistik dan ekonomi tinggi seperti Jatim.(ris/iss)









