Jumat, 9 Desember 2022

Gagas Inovasi I-Bot Gunakan Serangga Bantu Pencarian Korban Bencana

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Tim Spectronics ITS saat memenangi sebuah lomba berskala internasional dengan karya I-Bot. Foto: Humas ITS

Tim Spektronics ITS gagas inovasi bernama I-Bot, sebuah asisten cyborg berupa serangga yang membantu tim penyelamat dalam operasi pencarian dan penyelamatan untuk manusia yang menjadi korban suatu bencana.

Michael Adrian Subagio, Ketua tim Spektronics menyampaikan bahwa ide awal dari inovasi ini dikarenakan banyaknya serangga di negara tropis seperti Indonesia.

“Kalau pakai anjing kan butuh waktu paling nggak sebulan, kalau pakai serangga bisa langsung,” ternag Michael Adrian Subagio.

Menurut Michael, penggunaan serangga sebagai pendeteksi manusia korban bencana ini lebih mudah dan efektif ketimbang menggunakan anjing. Ukuran serangga yang kecil mempermudah serangga untuk masuk ke sela-sela kecil, terlebih jika banyak reruntuhan di lokasi bencana. “Untuk saat ini, kami hanya menawarkan model serangga Kecoa dan Kumbang,” kata Michael.

Prinsip dari inovasi ini yakni memasang perangkat elektronik pada serangga hidup. Serangga hidup dianggap lebih fleksibel karena bergerak sesuai kemampuannya sendiri. “Karena itu, kenapa pakai serangga asli dan bukan pakai robot mikro, karena nggak perlu tenaga tambahan seperti baterai atau perlu supply power,” tambah Michael.

Kendati serangga harus dipasangi perangkat elektronik, Michael menyebut serangga tidak akan disakiti. Penambahan perangkat hanya berupa backpack kecil yang diletakkan di atas serangga. “Dari perangkat ini juga, kita bisa mendapat informasi tambahan di lokasi kejadian,” ujar mahasiswa Teknik Kimia ITS ini.

Memakai Internet of Things (IoT) berupa bluetooth sehingga gerakan serangga lebih terintegrasi. Menggunakan bluetooth dan perangkat amplifier tambahan untuk memperkuat sinyal, serangga-serangga tersebut diharapkan dapat mendeteksi korban bencana di lokasi yang sempit.

Michael menyebut ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan manusia dengan inovasinya ini. Pertama, menggunakan kemampuan alamiah serangga itu sendiri. “Jadi kita manfaatkan kemampuan membau serta kemampuan deteksi suhu serangga untuk mendeteksi keberadaan manusia,” papar Michael.

Selanjutnya dengan memanfaatkan mikrofon dan kamera berukuran mikro yang terpasang pada perangkat. “Dengan memanfaatkan perangkat mikro ini, kita bisa live streaming. Operator juga nantinya bisa mengarahkan,” tambah Michael.

Pemanfaatan bluetooth untuk mendeteksi keberadaan serangga dan melakukan transmisi data masih memiliki kekurangan. Akurasi penelitian yang sudah ada sebelumnya tidak mencapai 100 persen. Sehingga untuk mendapatkan akurasi yang tinggi masih perlu dilakukan banyak riset.

Michael pun berharap dengan banyak riset, ke depannya inovasi ini bisa diaplikasikan di kehidupan nyata. “Inovasi ini kan cuma ide awal, tetapi bisa dibilang kita yang duluan (melakukannya). Masih banyak pengembangan yang perlu dilakukan untuk bisa diaplikasikan di Indonesia,” pungkas Michael, Jumat (22/1/2021).

Dengan inovasi I-Bot yang digagas ini, Michael dan timnya telah berhasil meraih medali perak pada kompetisi berskala internasional Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO).(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
30o
Kurs