Kamis, 3 Desember 2020

Gubernur Jatim: AMSI adalah Industri Masa Depan

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim dalam pembukaan Konferwil ke-2 AMSI Jatim di Kota Batu, Sabtu (24/10/2020). Foto: Iping suarasurabaya.net

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur didampingi Dewanti Rumpoko Wali Kota Batu resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-2 Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI Jatim) 2020 di Kota Batu, Jatim, Sabtu (24/10/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak industri media bersinergi bersama dengan menghadirkan konten sehat.

Di sisi lain, Khofifah juga membahas soal bahaya hate speech atau ujaran kebencian sebagai faktor pengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Hate speech, kata Khofifah, banyak bertebaran di media sosial. Oleh karena itu, kehadiran media merupakan solusi membendung banjirnya ujaran kebencian. Sehingga bangunan yang memperkuat media siber menjadi sebuah kebutuhan di masa depan.

Apalagi, trend digitalisasi informasi harus sudah mulai dirangkum untuk menghitung Indeks Demokrasi Indonesia (IDI).

“AMSI adalah industri masa depan,” kata Khofifah.

 

Pengurus AMSI saat berfoto bersama Khofifah Gubernur Jatim saat pembukaan Konferwil ke-2 AMSI Jatim, Sabtu (24/10/2020). Foto: AMSI Jatim

 

Sementara itu, Arief Rahman Ketua AMSI Jatim dalam kesempatan tersebut mengatakan, membangun ekonomi perlu penguatan kesetiakawanan antar stakeholder. Bukan lagi masa untuk berkompetisi.

Hal ini juga menjadi kunci saat Eropa menghadapi flu Spanyol dengan mendirikan koperasi. Sinergitas, berkolaborsi untuk mencapai tujuan bersama. Senada dengan slogan Gubernur Khofifah, rakyat sehat ekonomi sehat, rakyat selamet ekonomi selamet seperti slogan gubernur.

“Ini yang menjadi konsep kami dengan tetap membuat konten yang sehat,” ujarnya.

Kunci menghadapi pandemi, lanjut Arief, bagaimana media bisa memframing bencana nasional ini lebih baik agar partisipasi publik makin meningkat.

“AMSI akan mengambil peran di situ,” jelasnya.

Hal tersebut mengamini paparan Wenseslaus Manggut Ketua AMSI Pusat, tentang upaya mengkonstruksi konten. Apalagi pandemi mengembalikan marwah media paling dasar yakni proximity local content.

Misal, bagaimana publik ingin mengetahui persebaran Covid-19 di daerah mereka. Makin kuat proximitynya, makin dibutuhkan oleh publik.

Proximity dan local content menjadi sangat penting pada masa sekarang,” katanya secara daring.

Dari pandemi ini juga, media ditantang mengemas local content dengan rasa nasional.

“Dari pandemi kita belajar banyak agar kita lebih fokus pada lokal content,” ujar Wens.

Ia berharap AMSI Jatim bersama stakeholder digital yang lain ikut mengorkestrasi ekosistem digital. Antara lain untuk kampanye anti hoaks.

“AMSI harus mengambil tempat di situ, kampanye anti hoaks dan anti hate speech,” jelasnya.

Untuk diketahui, Konferwil ke-2 menjadi momentum penting bagi keberlanjutan AMSI sebagai konstituen Dewan Pers menjelang akhir periode pertama kepengurusan AMSI Jatim menuju periode kepengurusan 2020-2023.

Tema ‘Konten Sehat, Media Kuat, Industri Hebat’ dipilih sebagai bentuk kesiapan menyongsong era kolaborasi menghadapi kondisi media di tengah pandemi. Pertemuan tiga tahunan ini sekaligus membahas program utama AMSI Jatim dalam penguatan dan upaya memajukan perusahaan media siber secara profesional.

Konferwil ke-2 AMSI Jatim juga diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya webinar dan seminar nasional. (ipg/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah, 12 PMK Di lokasi

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Surabaya
Kamis, 3 Desember 2020
27o
Kurs