Senin, 26 Oktober 2020

Menag: Keterbatasan Listrik di Pesantren Tantangan Belajar Daring

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Fachrul Razi Menteri Agama mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Rapat itu membahas mekanisme pembatalan keberangkatan jemaah haji dan evaluasi kinerja dan anggaran program penanggulangan Covid-19 di madrasah dan pesantren. Foto : Antara

Fachrul Razi Menteri Agama mengatakan keterbatasan infrastruktur yang dimiliki sebagian pondok pesantren dan madrasah di daerah menjadi tantangan bagi penyelenggaraan kegiatan belajar dan mengajar secara daring selama pandemik Covid-19.

“Bapak Wapres (Ma’ruf Amin) dan kita semua belum puas dengan apa yang dilakukan dengan belajar online. Apalagi tidak semua madrasah dan pesantren punya listrik, tidak punya server, dan sebagainya,” kata Fachrul Razi saat menghadiri undangan makan siang Ma’ruf Amin Wapres bersama para ulama dan ormas Islam di Istana Wapres Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Kegiatan belajar secara daring menyebabkan para santri dan murid-murid madrasah tidak dapat menyerap materi pelajaran secara optimal. Selain keterbatasan infrastruktur, ketiadaan akses internet juga menyebabkan proses belajar tersebut terhambat di pesantren dan madrasah.

“Saya ingat, rapat beberapa waktu lalu, Menkominfo (Johnny G. Plate) lapor ke Pak Wapres, ada 11.000 desa kita yang tidak terjangkau internet. Dari situ saja kita sudah tahu pasti akan banyak yang tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik,” ucapnya menambahkan.

Fachrul juga mengingat tentang saran Johnny dalam rapat terbatas bersama Wapres bahwa perlu sedikitnya dana sebesar Rp22 triliun untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana bagi pesantren dan madrasah di daerah.

“Beliau (Menkominfo) menyarankan kepada Bapak Wapres, bisa tidak kalau sekarang Rp22 triliun supaya bisa; tapi kata Pak Wapres, saya setuju, tapi uangnya dari mana ya,” kata Fachrul berseloroh.

Pada 10 Juni 2020, Wapres memimpin rapat terbatas tentang penyediaan anggaran untuk pesantren yang akan membuka kembali kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka di masa pandemi Covid-19.

Dalam rapat itu, Wapres meminta jajarannya untuk mempersiapkan anggaran, kurikulum dan penyediaan infrastruktur bagi pesantren yang berada di zona hijau Covid-19.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Bundaran Margomulyo

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2020
31o
Kurs