Rabu, 17 Agustus 2022

Puluhan Pasar Tradisional di Surabaya Sudah Pakai Tirai Plastik

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Penerapan tirai plastik di salah satu pasar basah di Surabaya. Foto: Humas Pemkot Surabaya

Berbagai langkah menuju tatanan normal baru dilakukan Pemkot Surabaya. Salah satunya dengan pemasangan tirai plastik di pasar basah atau pasar tradisional.

Setelah menjadikan Pasar Genteng Baru dan Pasar Tambahrejo jadi proyek percontohan, PD Pasar Surya telah memasang tirai plastik di puluhan pasar tradisional di Surabaya.

“Pemasangan tirai plastik ini dibantu Pemkot Surabaya. Pemasangan dilakukan Dinas Cipta Karya,” kata M Taufiqurrahman Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya, Minggu (21/6/2020).

Selain Pasar Genteng Baru dan Tambahrejo, pasar lain yang sudah terpasang tirai plastik adalah Pasar Pabean, Wonokitri, Pakis, Simo Gunung, Lakarsantri, dan Pasar Simo.

Selain itu, Pasar Kupang Gunung, Dukuh Kupang, Dupak Bandarejo, Krukah, Pucang Anom, sampai Pasar Blauran Baru juga sudah terpasang tirai plastik pencegah Covid-19.

Demikian juga di sejumlah pasar lain seperti Pasar Asemrowo, Pasar Kembang, Kendangsari, Keputih, Bratang, Keputran Selatan, dan Pasar Wonokromo.

“Pemasangan tirai plastik ini supaya ada sekat atau pembatas antara pedagang dan pembeli. Sebagai pelindung agar tidak ada interaksi langsung antara mereka,” katanya.

Tidak hanya pemasangan tirai plastik, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di pasar tradisional juga dilakukan dengan mengubah kebiasaan cara transaksi.

Umumnya, pembayaran dilakukan secara langsung dengan cara pembeli memberikan uang kepada pedagang. Menghadapi new normal, cara itu berubah. Pembayaran di pasar tradisional harus memakai nampan.

“Uang dari pembeli ditaruh di nampan, jika ada uang kembalian juga diletakkan melalui nampan. Ini untuk menghindari kemungkinan bersentuhan,” kata Taufiqurrahman.

Atas perubahan cara pembayaran itu, Pemkot Surabaya sudah memberikan bantuan 10 ribu nampan kepada pedagang di sejumlah pasar yang ada di Surabaya.

Muhibuddin Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya mengatakan, sosialisasi dilakukan di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya dalam rangka pembentukan satgas pasar tangguh. Satgas itu terdiri dari unsur pengelola pasar dan perwakilan pedagang.

“Kami sudah mengumpulkan seluruh kepala cabang dan kepala pasar agar membentuk satgas yang melibatkan perwakilan pedagang di semua pasar yang kami kelola,” kata Muhibuddin.

Dia menjelaskan, dalam konsep tatanan normal baru di pasar tradisional, satgas ini memiliki peran penting agar sebuah pasar menjadi pasar tangguh.

“Satgas ini yang memiliki fungsi melaksanakan dan mengawasi kegiatan di dalam pasar,” terangnya.

Sementara itu, Agus Hebi Djuniantoro Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya bilang, hampir semua pasar PD Pasar Surya sudah pakai tirai plastik.

Pemasangan tirai plastik ini sebagian besar dilakukan oleh pedagang bahan basah.

“Untuk bahan-bahan basah, seperti pedagang ikan, daging, dan tahu, yang nyiprat-nyiprat ada airnya itu. Nah, supaya airnya tidak nyiprat ke pembeli dikasih tirai atau pembatas plastik,” kata Hebi

Menurut Hebi, pemasangan tirai plastik pada pedagang bahan basah ini juga mendapat berbagai respon dari masyarakat. Ada yang mendukung, adapula yang masih kurang paham terhadap fungsi pembatas tersebut.

“Terus terang ini adalah hal baru. Namun kita tetap arahkan mereka untuk bagaimana pun itu adalah salah satu upaya memutus mata rantai Covid-19,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, ketaatan pengunjung maupun pedagang terhadap protokol kesehatan di pasar tradisional juga meningkat. Hebi menilai, tak hanya pedagang, para pembeli juga semakin sadar.

“Kemarin kami sebar kuisioner. Hasilnya, sudah 70 persen masyarakat patuh. Jadi kan ada pengelola, pedagang, dan pembeli yang mengisi kuisioner, kemudian ada surveyor dari pemkot yang mengisi,” ungkap dia.

Meski begitu, Hebi bilang, pihaknya akan lebih masif melakukan edukasi kepada pedagang maupun pembeli tentang pentingnya disiplin menjaga protokol kesehatan di pasar.

Untuk mendukung itu, Pemkot Surabaya bersama PD Pasar Surya dan satgas juga melakukan pengawasan di pasar.

“Jadi ada pengawasan, kalau yang kurang atensi itu dikasih teguran atau edukasi lebih lanjut. Saya lihat kalau orang maskernya hilang itu saja sudah takut. Artinya mereka sudah mulai sadar pentingnya protokol kesehatan,” katanya. (den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Rabu, 17 Agustus 2022
29o
Kurs