Minggu, 7 Maret 2021

Emil Pantau Informasi SS, Jelaskan Kendala dan Solusi Penanganan Jalan Berlubang

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur saat meninjau bersama tim Balai Jalan Nasional, kondisi jalan Mojokerto-Jombang. Foto: Instagram @emildardak

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur menanggapi keluhan masyarakat terkait banyaknya ruas jalan nasional yang berlubang.

“Kami sebagai pimpinan daerah memberikan motivasi dan urgensi kepada Kementerian PUPR. Setiap masukkan jalan berlubang di kilometer berapa langsung kita pantau. Seperti informasi dari pendengar Suara Surabaya (SS),” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Senin (18/1/2021) malam.

Emil menjelaskan, setiap kali musim hujan ada tendensi peningkatan kerusakan jalan karena tidak semua jalan kondisi aspalnya prima. Idealnya setiap beberapa tahun sekali ada perawatan berkala dan perawatan rutin untuk seluruh ruas jalan. Namun, semua itu terkendala anggaran.

“Pernah kita coba hitung anggaran yang diperlukan untuk perawatan ideal seluruh jalan dengan panjang jalan yang ada. Anggaran yang diperlukan sangat besar. Jadi kita lakukan sesuai prioritas, yang terparah dulu yang diutamakan untuk mendapat penanganan. Akibatnya hal-hal yang tidak ter-cover akan ditangani secara insidentil. Itulah tantangan yang dialami kementerian atau pemerintah pusat,” ujarnya.

Tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII mengatakan kepada Emil, tahun lalu sebenarnya BBPJN 8 telah membuat rencana penanganan yang masif untuk jalan nasional. Kalau kondisi tanahnya itu sudah tidak kondusif maka akan dicor. Kalau masih kondusif dilakukan rekondisi.

“Sudah dianggarkan tapi di-refocusing karena pandemi Covid-19. Ini masih ada dananya, dikembalikan lagi tahun ini plus ada lagi multi years contract yang dipersiapkan dulu untuk dilelang, menunggu persetujuan Kementerian Keuangan. Ini berjalan pararel. Mudah-mudahan dalam waktu dekat yang penggunaan dana refocusing bisa jalan duluan,” kata Emil.

Ruas jalan nasional yang akan diperbaiki mulai dari Gresik sampai Lamongan. Jalur Babat-Tuban akan menggunakan sistem rekondisi bukan dicor karena kondisi tanahnya masih baik. Sambil menunggu ini, kata Emil, lubang tetap harus ditambal. Walaupun ditambal seminggu rusak ya tetap ditambal ulang.

Ada delapan tim yang bertugas untuk menambal lubang jalan di ruas Gresik-Lamongan dan Tuban-Bojonegoro. Menurutnya, sistem yang sama harusnya juga diterapkan di jalan nasional yang lain.

Selain penambalan atau pengecoran ulang jalan, Emil juga menyoroti pentingnya drainase. Sebab, permukaan jalan yang terlihat baik-baik saja, jika tergenang air tak lama kemudian akan rusak.

Emil juga merespon keluhan masyarakat Jawa Timur terkait jalan rusak melalui akun Instagram pribadinya. “Di Jatim ada lebih dari 2300km jalan nasional yang dikelola langsung oleh Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, semoga insan Kementerian PUPR diberikan kelancaran dalam mengelola jaringan jalan nasional,” tulisnya.(iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Cemengkalang Banjir

Kemacetan di Ngasinan

Kepadatan di Tol Sidoarjo

Sampah di dekat GOR Gapura Unesa

Surabaya
Minggu, 7 Maret 2021
31o
Kurs