Kamis, 28 Januari 2021

Perwakilan Tokoh Agama, Profesi, dan Masyarakat Lakukan Vaksinasi Covid-19 di Istana Merdeka

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI saat menerima Vaksin Covid-19 produksi Sinovac pertama, dalam Program Vaksinasi Nasional, Rabu (13/1/2021), di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Tangkapan layar siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden

Joko Widodo Presiden pada Rabu (13/1/2021) pagi menjadi yang pertama menerima suntikan vaksin Covid-19, dalam Program Vaksinasi Nasional, di Istana Merdeka, Jakarta.

Sesudah Presiden menjalani proses vaksinasi, sejumlah perwakilan tokoh agama, profesi, menteri/pejabat setingkat menteri dan generasi muda, ikut disuntik.

Mereka yang hari ini disuntik Coronavac vaksin Covid-19 produksi Sinovac, antara lain Daeng Muhammad Faqih Ketum PB IDI, Amirsyah Tambunan Sekjen MUI, dan Ahmad Ishomuddin Rois Syuriah PBNU.

Kemudian, Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI, Jenderal Polisi Idham Azis Kapolri, dan Raffi Ahmad yang mewakili generasi muda.

Jenderal Polisi Idham Azis Kapolri saat menerima Vaksin Covid-19 produksi Sinovac pertama, dalam Program Vaksinasi Nasional, Rabu (13/1/2021), di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Tangkapan layar siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden

Sesi kedua, Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan, Unifah Rosyidi Ketua Umum PGRI, Ronald Tapilatu mewakili Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Agustinus Heri Wibowo mewakili Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Lalu, Nyoman Suartanu Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Partono Bhikkhu dari Permabudhi, dan Peter Lesmana mewakili Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).

Sesi ketiga, Penny Kusumastuti Kepala BPOM, Rosan Perkasa Roeslani Ketua KADIN, Ade Zubaedah Sekjen Ikatan Bidan Indonesia, Nur Fauzah (Perawat), Lusy Noviani (Apoteker), Agustini Setiyorini (Buruh), Ibu Narti (Pedagang), dan Wiku Adisasmito Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19, dan Reisa Broto Asmoro Juru Bicara Satgas Covid-19.

Reisa Broto Asmoro Juru Bicara Satgas Covid-19 saat menerima Vaksin Covid-19 produksi Sinovac pertama, dalam Program Vaksinasi Nasional, Rabu (13/1/2021), di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Tangkapan layar live YouTube Setpres

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan menyiapkan Program Vaksinasi Nasional yang akan dilaksanakan dua tahap dengan target 181 juta orang, untuk menciptakan kekebalan kelompok.

Tahap pertama, pertengahan Januari sampai April 2021, dengan prioritas 1,3 juta petugas kesehatan dan 17 juta petugas layanan publik.

Tahap kedua, mulai April 2021, untuk 63 juta masyarakat rentan tertular.

Coronavac, salah satu vaksin yang dipakai dalam Program Vaksinasi Nasional.

Pemerintah sudah membeli tiga juta dosis vaksin buatan China tersebut, dan bahan baku yang nantinya diproses menjadi vaksin siap pakai oleh PT Bio Farma.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa, Vaksin Covid-19 produksi Sinovac hukumnya suci dan halal.

Berdasarkan hasil audit Komisi Fatwa serta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Coronavac tidak mengandung zat yang haram.

Kemudian, Senin (11/1/2021), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat untuk Coronavac, berdasarkan hasil uji klinis di Indonesia dan beberapa negara.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kendaraan Gol I Melintas di Gate Tol Dupak 3

Truk Mengalami Kerusakan Ban di Pakal

Proses Perbaikan Retakan di Jalan Tol

Jalan Tol Surabaya-Gempol Longsor

Surabaya
Kamis, 28 Januari 2021
26o
Kurs