Senin, 15 Agustus 2022

Pimpinan DPD RI Lepas Jenazah Sabam Sirait

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Foto: DPD RI

Mendiang Sabam Sirait anggota DPD RI asal Provinsi DKI Jakarta disemayangkan di Plaza Gedung Nusantara, Komplek Parlemen Senayan.

Pelepasan jenazah dipimpin langsung oleh Mahyudin Wakil Ketua DPD RI dan selanjutnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Mahyudin mengatakan kepergian beliau membawa duka bagi setiap anggota dan pimpinan DPD RI.

Kehadiran almarhum menjadi Anggota DPD RI, menurut dia, telah membawa kebanggaan dan kehormatan bagi kelembagaan DPD RI.

“Almarhum bapak Sabam Sirait merupakan figur yang sangat bijaksana, kritis, pengayom, dan teguh memegang prinsip serta tegas dalam bertindak,” ujarnya.

“Almarhum juga disiplin melaksanakan tugas dan merupakan seorang politikus senior serta negarawan sejati yang senantiasa melaksanakan fungsinya sebagai wakil rakyat,” ujar Mahyudin di Plaza Gedung Nusantara Komplek Parlemen, Jakarta, Minggu (3/10/2021).

Menurut Mahyudin, selama berkiprah di DPD RI sebagai senator yang mewakili daerah DKI Jakarta, Sabam Sirait selalu konsisten dan telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya.

“Meskipun sudah memasuki usia lanjut, namun semangatnya tidak pernah kendor. Pengalaman politiknya yang panjang serta pergaulannya yang luas dan beragam, baik di pusat maupun daerah, bahkan di lembaga perwakilan maupun pemerintah serta organisasi politik maupun kemasyarakatan sungguh telah memberikan kemudahan dalam pelaksanaan tugas bagi kami di DPD RI,” tutur Mahyudin.

Sementara itu, Sultan B Najamudin Wakil Ketua DPD RI menjelaskan Almarhum merupakan Anggota DPD RI yang disegani.

Selain itu, Almarhum juga merupakan politisi senior yang sudah malang melintang di kancah perpolitikan Indonesia.

“Beliau merupakan anggota yang disegani dan merupakan politisi senior yang sudah malang melintang di dunia politik. Maka hari ini, kami pimpinan DPD RI akan memberikan penghargaan terakhir,” tuturnya.

Sultan menilai bahwa Sabam Sirait sudah dianggapnya sebagai orang tua.

Tentunya dia juga banyak belajar dengan beliau karena sudah mengalamai semua baik era Orde Lama dan Orde Baru.

“Beliau juga hampir tidak pernah absen duduk di Senayan. Artinya beliau politikus kawakan sekaligus negarawan,” terangnya.

Sabam Sirait mengembuskan nafas terakhir Rabu (29/9/2021) malam lalu. Almarhum sempat dirawat dua bulan di RS Siloam Karawaci karena menderita sakit paru-paru.

Sabam Sirait lahir di Pulau Simardan, Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936, dan pada tahun 2015 Sabam Sirait dianugerahi Joko Widodo Presiden penghargaan Bintang Mahaputera Utama sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Sabam di dunia perpolitikan.

Semasa hidupnya, Sabam Sirait banyak berkecimpung dalam dunia politik. Dia pernah menjabat Anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973.

Kemudian Anggota DPR RI periode 1973-1982, Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993.

Selain dia juga pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Sabam menikah dengan dengan Sondang Sidabutar, seorang dokter lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) dan mempunyai empat orang anak dan delapan cucu.

Ayah dari Maruarar Sirait politikus PDIP ini memiliki kegemaran membaca, berenang, dan berkunjung ke beberapa daerah. Sabam adalah anak pertama dari tiga bersaudara.(faz/tin/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Senin, 15 Agustus 2022
25o
Kurs