Rabu, 21 April 2021

Ratusan Penghuni Yayasan Bhakti Luhur Kota Malang Positif Swab Antigen

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Swab. Foto : Getty Images

Ratusan penghuni Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur, yang merupakan yayasan bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, dilaporkan memiliki hasil positif usai menjalani tes swab antigen Covid-19.

dr Husnul Muarif Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang mengatakan bahwa, pada panti tersebut, ada sebanyak 500 orang penghuni, termasuk para pengasuh. Sebanyak 500 orang penghuni tersebut, telah menjalani tes swab antigen untuk deteksi dini penyebaran virus corona.

“Dari 500 orang penghuni, dan pengasuh yang dilakukan swab antigen, ada sebanyak 170 orang yang dinyatakan positif,” kata Husnul, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Husnul menjelaskan, saat ini, sebanyak 170 orang penghuni, dan pengasuh pada Yayasan Bhakti Luhur tersebut, telah dipisahkan, dan menempati area khusus. Pemisahan tersebut, dilakukan pada bangunan yang terisolir agar tidak ada penyebaran virus corona.

Menurut Husnul, dari sebanyak 170 orang yang memiliki hasil positif dari swab antigen tersebut, tidak hanya orang-orang berkebutuhan khusus saja, namun juga termasuk pengasuh pada yayasan tersebut.

“Untuk 170 orang ini sudah dipisahkan dengan bangunan terisolir. Kemudian, pengasuh juga telah dibekali alat pelindung diri, dan pengetahuan protokol Covid-19,” kata Husnul.

Husnul menambahkan, pada pekan lalu, terdapat lima orang penghuni Yayasan Bhakti Luhur yang mengalami gejala flu, seperti batuk dan pilek. Penanggung jawab kesehatan di yayasan tersebut, melaporkan hal itu ke puskesmas terdekat.

Kemudian, pihak puskesmas melakukan pelacakan dengan melaksanakan tes swab antigen kepada seluruh penghuni Yayasan Bhakti Luhur tersebut. Dari 500 orang yang menjalani swab antigen tersebut, sebanyak 170 orang dinyatakan positif.

“Kenapa antigen, berdasar keputusan Menteri Kesehatan yang baru, swab antigen bisa dilakukan untuk penegakan diagnosa,” kata Husnul.

Husnul menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Malang akan melakukan pemantauan terkait perkembangan yang terjadi pada yayasan tersebut. Dalam waktu sepuluh hari ke depan, nantinya akan dilakukan swab antigen ulang kepada 170 orang penghuni yayasan itu.

Husnul memastikan pasokan asupan gizi, di yayasan tersebut dalam kondisi yang aman dan mencukupi. Selain itu, penerapan protokol kesehatan penanganan COVID-19 akan diterapkan secara ketat, termasuk tidak memperbolehkan adanya kunjungan dari pihak keluarga.

“Tidak ada kontak luar, ini sudah dikondisikan, termasuk tidak ada kunjungan dari keluarga selama pandemi,” kata Husnul.

Husnul menambahkan, dikarenakan para penghuni Yayasan Bhakti Luhur tersebut merupakan orang-orang dengan kebutuhan khusus, maka penanganan akan dilakukan berbeda. Para pengasuh di yayasan tersebut dilibatkan agar para penghuni tetap merasa nyaman.

“Penanganan tentunya berbeda dengan yang umum. Pengasuh di sini sudah hafal bagaimana karakter anak berkebutuhan khusus tersebut. Itu yang diperlukan, supaya mereka tetap nyaman untuk tinggal di sini, sekalipun terpisah,” ujar Husnul.

Di Kota Malang, hingga saat ini tercatat secara keseluruhan ada sebanyak 6.032 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total tersebut, sebanyak 5.402 orang dilaporkan telah sembuh, 538 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Rabu, 21 April 2021
25o
Kurs