Minggu, 28 November 2021

Tiga Orang Positif Covid-19 Meninggal Dunia, Warga Kampung Zona Merah di Tulungagung Rapid Test Massal

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Seorang anak mengikuti kegiatan rapid test masal di Balai Desa Banyuurip, Keamatan Kalidawir, Tulungagung, Rabu (5/5/2021). Foto: Antara

Puluhan warga satu kampung di kawasan zona merah Covid-19, Tulungagung, menjalani rapid test massal demi mendeteksi sebaran virus corona usai kematian enam orang secara beruntun di daerah itu, dengan tiga orang di antaranya berstatus positif Covid-19.

Proses pengambilan sampel darah warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur ini dilakukan pada Rabu (5/5/2021), dilansir dari Antara.

Akan tetapi, pada awal pelaksanaan tracing kasus, hanya sedikit warga yang hadir untuk menjalani tes cepat Covid-19.

Sebanyak 12 warga terkonfirmasi Covid-19, tiga diantaranya meninggal dunia.

Dari 200 warga yang kontak erat dengan 12 penderita Covid-19 itu, hanya sekitar 50 orang yang hadir untuk menjalani prosedur tes cepar hingga tes usap PCR di balai desa.

Hal ini membuat petugas bagian tracing dari Dinkes Tulungagung dengan dibantu perangkat desa setempat, memilih cara “jemput bola” dengan mendatangi warga yang menjadi sasaran pemeriksaan, dari rumah ke rumah.

“Rapid test massal ini dilakukan lantaran ada 12 warga yang dinyatakan positif Covid-19, dan tiga orang di antaranya meninggal dunia dalam waktu hampir bersamaan,” jelas Sugianto Kades Banyuurip.

Sebenarnya, ada enam warga yang meninggal di waktu yang bderdekatan. Tiga orang berstatus Covid-19, sedangkan tiga orang lainnya belum sempat dilakukan prosedur pemeriksaan kesehatan, sehingga belum diketahui apakah juga terpapar Covid-19 atau meninggal karena penyebab lain.

“Kami tidak berani ambil risiko, sehingga prosedur pemakaman tetap dilakukan dengan protokol Covid-19,” imbuhnya.

Untuk mencegah penularan menyebar keluar kampung, dua lingkungan RT yang menjadi sentra penyebaran wabah corona kini dilakukan pembatasan akses keluar-masuk.

Tidak boleh ada satupun warga lingkungan setempat yang keluar, kecuali ada alasan yang dilaporkan kepada petugas jaga. Demikian halnya dengan warga dari luar lingkungan tersebut juga tidak diperkenankan masuk, kecuali petugas yang berkepentingan dalam penanganan wabah di daerah tersebut.

“Untuk logistik, warga yang terkonfirmasi positif disuplai oleh pihak desa. Segala upaya sudah kita lakukan secara maksimal,” kata Sugianto.

Sementara itu, Satrio Wibowo Kasi Surveilance dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Penanganan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mengatakan investigasi ditargetkan menyasar 200 orang warga Desa Banyuurip, termasuk perangkat desanya.

“Untuk langkah awal kita tracing perangkat desa terlebih dahulu sebab di desa ini ada salah satu perangkat desa yang meninggal akibat Covid-19,” ,” kata Satrio.

Dari seluruh perangkat yang dilakukan tracing, lima orang perangkat dinyatakan reaktif sehingga dilanjutkan tes usap PCR.

“Kami juga melakukan tracing kepada keluarga perangkat yang reaktif itu, dan hasilnya ditemukan lagi tiga yang reaktif antibodi. Untuk tracing ini, kami menggunakan dua jenis tes kit, yaitu tes antibodi dan PCR antigen,” terang Satrio.(ant/frh/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
28o
Kurs