Jumat, 14 Juni 2024

Usai Kecelakaan KA Turangga, Double Track Dianggap Penting untuk Cegah Kecelakaan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Jalur kereta di petak jalan antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka yang menjadi titik kecelakaan kereta Turangga dan Kereta Commuterline Bandung Raya tengah diujicoba pada Sabtu (6/1/2024). Foto: Humas KAI Daop 2

Selepas kecelakaan antara KA Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya pada pekan lalu, jalur ganda (double track) disebut menjadi salah satu hal penting untuk mencegah kecelakaan kereta api.

Selain itu, kepatuhan menjalankan aturan dan prosedur keselamatan perjalanan kereta api juga menjadi faktor yang lebih penting untuk menghindari kecelakaan yang fatal.

“Pembangunan jalur ganda tengah dikerjakan Balai Perkeretaapian Jawa Barat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Pembangunan jalur ganda ditargetkan rampung tahun 2024. Sehingga sekarang pengerjaan jalur ganda belum rampung,” kata Djoko Setijowarno pengamat transportasi dilansir Antara, Senin (8/1/2024).

Tabrakan KA Turangga dan Commuter Line Bandung Raya terjadi pada Jumat (5/1/2024). Insiden ini terjadi di Km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka, Jawa Barat.

Di jalur ini, jalur kereta api masih tunggal (single track). Selain itu, lintasan ini tergolong ramai bahkan dalam keseharian dilintasi 60 commuter line dan 22 KA jarak jauh. Pada masa Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 terdapat penambahan empat perjalanan KA jarak jauh, sehingga total 26 KA jarak jauh melintas setiap hari.

Berdasarkan data dari Balai Teknik Perkeretapian (BTP) Jawa Barat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, kata Djoko terkait dengan jalur tunggal pada lokasi kecelakaan itu, sejatinya tengah merencanakan pengerjaan jalur ganda pada pelintasan tersebut.

Proyek ini bagian dari upaya peningkatan jumlah jalur kereta api di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Proyek rel ganda itu membentang sejauh 23 kilometer dan terbagi ke dalam dua tahap.

Tahap I terbentang mulai dari Gedebage-Cimekar-Rancaekek-Haurpugur sejauh 14 kilometer dan tahap II sepanjang 9 kilometer yang terbagi dua rute, yakni dari Kiaracondong-Gedebage dan Haurpugur-Cicalengka.

“Pengerjaan proyek ini dilakukan tahun jamak (multi year). Sayangnya, belum usai proyek ini terwujud, rute Haurpugur-Cicalengka telah menelan korban akibat tabrakan antar KA,” ucap Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu.

Sebelumnya, Bey Triadi Machmudin Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan, pembangunan jalur kereta api ganda (double track) di petak lokasi kecelakaan KA Turangga dan KA Commuterline Bandung Raya dirampungkan pada pertengahan 2024.

“Pembangunan double track kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Mohammad Risal Wasal), semester 1 tahun 2024 ini selesai untuk di lokasi kemarin, sehingga double track semua di Bandung sudah beres pada semester 1 tahun 2024,” kata Bey pada Sabtu (6/1/2024) lalu. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

..
Surabaya
Jumat, 14 Juni 2024
30o
Kurs