“Anak yang sehat secara fisik dan didukung lingkungan belajar yang kondusif akan lebih mudah mencapai hasil pendidikan yang diharapkan. Sebaliknya, ketika lingkungan belajarnya tidak mendukung, tujuan pendidikan sulit tercapai secara optimal,” ujarnya.
Pihaknya berharap, pemerintah bisa membuat kebijakan pendidikan yang lebih integratif melalui pembukaan ruang dialog dengan guru, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Pemerintah perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan. Selain memastikan aspek gizi melalui MBG, perlu ada integrasi dengan perbaikan substansi kurikulum, pemerataan fasilitas, serta peningkatan kualitas guru. Dengan begitu, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” ucapnya.
Seperti diketahui, sejumlah sekolah rusak tengah menjadi perbincangan masyarakat di tengah pelaksanaan program MBG, beberapa di antaranya yakni SDN Pandankrajan 1 Mojokerto, SD Tanggirejo Grobogan, hingga SDN Kebayoran Lama Selatan. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

