Kerja sama keamanan digital antarnegara BRICS juga dilakukan melalui pertukaran kebijakan, berbagi praktik terbaik antartim Computer Emergency Response Team (CERT), kerja sama penegakan hukum, serta penelitian dan pengembangan bersama.
Deklarasi secara khusus menyoroti sejumlah ancaman digital, mulai perangkat lunak berbahaya, persoalan keamanan data, kejahatan siber, misinformasi, ujaran kebencian, disinformasi, hingga penggunaan deepfake.
Di sisi lain, BRICS juga mendorong kerja sama pemulihan aset hasil kejahatan. Melalui BRICS Anti-Corruption Working Group, negara-negara anggota ingin memperkuat kerja sama pelacakan dan pengembalian aset lintas negara.
Deklarasi turut mencatat pembentukan BRICS Expert Network on Asset Recovery sebagai wadah kerja sama antarpakar dan otoritas terkait.
Meski menyoroti scam compounds secara khusus, New Delhi Declaration tidak menyebut negara, lokasi, ataupun jaringan scam tertentu yang menjadi sasaran.
Deklarasi juga tidak mengumumkan pembentukan operasi penegakan hukum bersama yang baru. Fokus kesepakatannya adalah memperkuat koordinasi lintas negara, pertukaran informasi, pelacakan aset, perlindungan korban, serta pencegahan penyalahgunaan teknologi dan sistem keuangan untuk penipuan. (aul/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

