Kombes Pol Luthfie Sulistiawan Kapolrestabes Surabaya menyampaikan permohonan maaf sekaligus berjanji bakal mengganti uang dugaan pungutan liar (pungli) yang dialami Kristiani (25), warga Sidoarjo.
Saat ditemui di salah satu cafe kawasan Krembangan, Kristiani mengaku kalau pada Jumat (28/8/2026) siang tadi, dia baru saja bertemu dengan Kapolrestabes Surabaya untuk mengetahui cerita dugaan pungli itu.
Setelah mendengar cerita tersebut, Kapolrestabes menyampaikan permohonan maaf dan berniat mengganti uang milik Kristiani 10 kali lipat.
“Jadi yang saya transfer untuk pengambilan barang bukti itu Rp1 juta. Tadi, pak Luthfie bilang kalau mau ganti 10 kali lipat. Tapi saya nggak mau. Saya cuma minta yang sesuai dengan uang transfer awal saja,” kata Kristiani.
Selain itu, pada Kristiani, Luthfie juga menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas oknum yang berbuat pungli itu dengan mendapatkan sanksi
“Tadi pak Luthfie menyampaikan akan menindak tegas oknum tersebut dan memastikan oknum tersebut mendapat sanksi. Juga memastikan agar hal ini tidak terulang kembali untuk ke depannya,” ungkapnya.
Sebelumnya, cerita Kristiani yang menjadi korban dugaan pungli viral di media sosial Threads.
Dalam unggahan itu, Kristiani menampilkan bukti chat, surat pengeluaran barang bukti, serta bukti transfer ke seorang oknum polisi yang bertugas di Unit Laka Satlantas Colombo.
Awalnya, Kristiani menerima informasi bahwa untuk melakukan pengambilan barang bukti dilakukan di Polsek Dukuh Pakis.
“Tapi kemudian saya diinfo kalau pengambilan dilakukan di Satlantas Colombo dan ada biayanya. Di situ saya iyakan, dan saya pikir mungkin ini arahan resmi,” ungkapnya.
Pada Rabu (26/8/2026) lalu, Kristiani bersama sang tante kembali mendatangi Satlantas Colombo untuk menanyakan status kendaraan miliknya. Oleh seorang oknum polisi, dia diminta kembali menceritakan kronologi awal.
“Setelah itu, oknum tersebut bilang kalau motor saya sudah bisa diambil. Beliau juga menanyakan ulanh terkait denda pengganti sidang itu apakah sudah siap atau belum. Awalnha beliu minta cash, tapi saya nggak ada dan akhirnya setuju untuk transfer ke rekening atas nama pribadi,” jelasnya.
Kristiani baru menyadari kalau dia baru saja mengalami tindakan pungli saat sampai di rumah. Dia sadar kalau dia tidak menerima bukti pembayaran berupa kuitansi dan uang tersebut dikirim ke rekening pribadi.
“Nah, akhirnya saya memutuskan untuk up di media sosial dengan harapan mendapat atensi publik dan dapat segera ditindak,” tutupnya.(kir/wld/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

