“Tim gabungan melakukan penanganan secara manual dengan membuat sekat api dan gepyokan menggunakan dahan atau ranting basah. Untuk mencegah api menyambar vegetasi lainnya, dilakukan pula pemotongan pohon yang berada di sekitar jalur alternatif,” kata Isnugroho.
Upaya pemadaman dari darat juga mendapat dukungan dari udara melalui operasi water bombing. Pada Jumat (7/8/2026), dua unit helikopter melakukan penyiraman dari udara dengan mengambil air dari Ranu Regulo.
Operasi water bombing kembali dilakukan pada Sabtu (8/8/2026) untuk membantu mengendalikan titik-titik api di kawasan TNBTS.
Meski penanganan terus dilakukan, BPBD Lumajang menyatakan penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi oleh petugas berwenang.
Sementara itu, luas kawasan yang terdampak kebakaran juga belum dapat dipastikan karena masih dalam proses asesmen dan penghitungan oleh pihak TNBTS.









